, ,

    Fahmi Al-Ayyubi sosok pemain sepakbola Indonesia berikutnya dengan talenta B selain Febri Haryadi yang nantinya siap untuk menjadi penopang kemajuan persepakbolaan tanah air, terlebih timnas. Bagaimana tidak, diusianya yang terbilang masih mudah ia sudah berhasil membuat para penikmat Gojek Traveloka Liga 1 terpesona oleh aksinya di lapangan bersama Persela Lamongan. Bahkan ia sempat dinobatkan sebagai pemain terbaik minggu ini di kompetisi yang baru saja dimulai tersebut.

    Fahmi Al-Ayyubi mengawali karir juniornya di Indonesian Football Academy  atau IFA pada tahun 2012. Hanya 1 tahun saja menjajaki karirnya di IFA, klub Perseba Bangkalan tertarik mendatangkan pemain berbakat ini. Sayangnya, disini juga ia hanya mengarungi perjalanan karir sepakbola selama 1 tahun saja. Berulah di klub berikutnya Fahmi Al-Ayyubi mampu bertahan lebih dari 1 tahun bersama klub Laga FC. Berikut biodata Fahmi Al-Ayyubi selengkapnya versi Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia :

    Fahmi Al-Ayyubi
    Nama lengkap : Mohammad Fahmi Al-Ayyubi
    Tempat dan tanggal lahir : Pasuruan, 21 desember 1995
    Tinggi : 172
    Posisi : Penyerang
    Nomor punggung : 77
    Warga negara : Indonesia

    Pada pagelaran kompetisi persepakbolaan tanah air yang telah lama vakum dan kini bergulir kembali berkat kerjasama dengan Gojek dan Traveloka, Fahmi Al-Ayyubi adalah sosok yang paling banyak mencuri perhatian bersama klub Persela Lamongan. Bukan tanpa alasan, berbagai skill yang memukau kerap ia perlihatkan kepada setiap penikmat Liga 1 di tanah air. Selain itu, penampilan gaya rambut Fahmi Al-Ayyubi juga cukup menarik mata yang melihatnya.

    Setelah bergulir dalam beberapa laga, Fahmi Al-Ayyubi terpilih sebagai pemain terbaik Gojek Traveloka Liga 1 mengalahkan Slamet Nurcahyo dan Made Wardana versi redaksi Goal Indonesia.

    Kecepatan dan positioning seorang penyerang Fahmi Al-Ayyubi tidak perlu diragukan lagi. Ia kerap kali merepotkan bagian pertahanan lawan dan menjadi gol penentu kemenangan klub yang kini masuk dalam deretan klub terbaik di tanah air bersama PSM Makassar, Madura United, Bali United, PS TNI, dan Borneo FC. Bahkan untuk penampilan yang baru saja ia perlihatkan ke khalayak penikmat bola tanah air kini Fahmi Al-Ayyubi telah masuk dalam bandrol harga pemain situs transfermarkt.com dengan harga kisaran 125 th. Euro untuk update 31 mei 2017. Nilai ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan kegemilangan Famhi Al-Ayyubi di Liga 1.

    , ,

    Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia BLOG kali ini tertarik untuk mengangkat biodata sosok lapangan hijau yang masih dalam usia muda, bibit baru yang dapat diharapkan memajukan persepakbolaan tanah air kedepannya. Ia adalah Febri Haryadi...

    Febri, merupakan pesepakbola jebolan SSB PRO UNI Bandung yang digadang-gadang akan menjadi bintang untuk para Bobotoh, sebutan nama fans klub sepakbola asal kota kembang ini. Sejak dini ia sudah dilatih dan dipersiapkan untuk masa depan Persib Bandung kedepannya. Awalnya adalah ketika Persib meminangnya pada tahun 2012 untuk masuk dalam tim U-21. Setelah itu puncaknya dari segalanya adalah ketika Persib mengikutsertakannya di Pon Jabar tahun 2016. Pada tahun yang sama setelah kejuaraan itu, Febri Haryadi dipercaya masuk dalam skuad tim senior Persib. Berikut Biodata Febri Haryadi selengkapnya :

    Febri Haryadi
    Nama lengkap : Febri Haryadi
    Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 19 februari 1996
    Tinggi : 1.70 m (5 ft 7 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 13
    Warga negara : Indonesia

    Dengan postur tubuh ideal yang dimiliki pemain muda ini, ia didaulat mampu menggantikan posisi Cipto Junaedy atau Tony Sucipto untuk waktu yang akan datang. Atau bila mungkin menggantikan posisi gelandang pengangkut air Hariono. Ya, hal ini bukan tidak mungkin. Sejauh ini saja ia telah bermain sebanyak 14 kali dan berhasil menyumbangkan 3 gol untuk tim senior Persib. Ini jadi rekor yang bagus untuk kategori pemain muda dan baru saja masuk dalam skuad senior.

    Sampai saat ini sudah banyak media yang menjadikan Febri Haryadi sebagai buah bibir. Liputan-liputan tentang bola ramai-ramai mengulas sosok fenomenal ini. Bagaimana tidak, Persib Bandung yang baru-baru ini kita ketahui memboyong pesepak bola dunia Michael Essien ternyata juga memberikan kesempatan untuk pemain-pemain lokal mereka berkompetisi dalam skuad senior.

    Catatan yang admin dapat laga perdana Febri Haryadi bermain di kasta tertinggi persepakbolaan tanah air bersama Persib adalah ketika klub asal Jawa Barat ini bertanding melawan klub Sriwijaya FC. Djanur memberikan kesempatan itu padanya sebagai langkah awal masa depan pemain muda ini ada di level tertinggi.

    ,

    Saat ini kami tidak ingin mengulas Juventus, klub asal Itali dengan sejuta penggemar di seluruh dunia, tapi sosok pemain sepakbola tana air yang dikenal memiliki nama panggilan (akrab) JUPE 😀. Siapa lagi kalau bukan Ahmad Jufrianto?

    Kami mencatat, setidak ada 2 klub tanah air yang pernah merasakan service pemain ini dalam 2 kali kontrak?. Ya, Ahmad Jufrianto pernah membela klub Sriwijaya FC pada tahun 2010 sampai dengan 2013, lalu hengkang, dan kembali lagi ke klub ini pada tahun 2016, lalu hengkang.

    Klub berikutnya adalah Persib Bandung. Ia pernah membela klub ini pada tahun 2013 sampai dengan 2016, lalu hengkang, dan kembali ke klub ini pada tahun 2017, lalu? tunggu saja nanti! Yang pasti JUPE terasa unik karena pernah merasakan klub baru rasa lama dengan 2 klub tanah air sekaligus. Berikut Biodata Ahmad Jufrianto selengkapnya :

    Ahmad Jufrianto
    Nama lengkap : Ahmad Jufrianto Tohir
    Tempat dan tanggal lahir : Tangerang, 7 februari 1987
    Tinggi : 1.80 m (5 ft 11 in)
    Posisi : Bek, Gelandang
    Nomor punggung : 13
    Warna negara : Indonesia

    Selain Sriwijaya FC dan Persib Bandung, Ahmad Jufrianto juga pernah memberikan andilnya untuk klub Persita Tangerang sebagai kota kelahirannya pada tahun 2005 sampai dengan 2008. Arema Malang 2008 sampai dengan 2009. Pelita Jaya 2009 sampai dengan 2010.

    Jika diperhatikan, Ahmad Jufrianto memiliki kemiripan dengan  Tony Sucipto pemain Persib lain yang siap membela klub warga Jawa Barat tersebut di piala Presiden 2017. Kemiripannya adalah, jika awal karir Tony Sucipto berawal dari Gelandang lalu beralih posisi ke Bek, Ahmad Jufrianto malah sebaliknya, dari posisi Bek beralih ke posisi Gelandang. Hal ini sangat wajar, pemain sepakbola dunia lainnya juga pernah mengalami demikian, contohnya saja Gareth Bale, awal karirnya ia didaulat sebagai Bek, bersama Real Madrid ia dipercaya untuk mempertajam barisan depan bersama Cristiano Ronaldo.

    Ahmad Jufrianto juga pernah merasakan manisnya terpilih sebagai pemain Timnas U-20 pada tahun 2005. U-21 pada tahun 2008. U-23 pada tahun 2007-2009. Timnas Senior pada tahun 2013.

    , ,

    Pemain sepakbola tanah air yang dikenal sangat atraktif. Ia juga sempat mencicipi berbagai posisi, dan bersama klub terakhirnya saat ini Persib Bandung, ia menempati posisi pemain belakang. Tony Sucipto, begitu masyarakat penggemar sepakbola tanah air mengenal nama beliau.

    Mengawali karir senior sejak tahun 2004 bersama Persijatim, Tony Sucipto mendapatkan kesempatan bermain sebanyak 23 kali walaupun ini pengalaman pertamanya bermain untuk klub senior. Sayangnya, sampai tahun 2005 dimana ini menjadi tahun terakhirnya bersama klub Persijatim, tercatat ia tidak menyumbangkan 1 gol-pun untuk klub kebanggaan warga Jawa Timur tersebut. 

    Pada tahun 2005 akhir ia memutuskan untuk hengkang ke klub Sriwijaya FC. Bersama klub senior keduanya ini ia bermain cukup panjang. Pengabdian yang diberikan Tony Sucipto bersama klub asal Palembang tersebut kurang lebih selama 6 tahun. Itu artinya, disini kemampuannya sebagai pesepak bola terasah. Total 112 penampilan dengan sumbangan 8 gol menjadi sumbangsih Tony Sucipto untuk klub berjuluk Elang Andalas Laskar Wong Kito tersebut. Berikut Biodata Tony Sucipto selengkapnya :

    Tony Sucipto
    Nama lengkap : Tony Sucipto
    Tempat dan tanggal lahir : Surabaya, 12 februari 1986
    Tinggi : 1.68 m (5 ft 6 in)
    Posisi : Gelandang, Bek
    Nomor punggung : 6
    Warga negara : Indonesia

    Persija Jakarta menjadi pelabuhan Tony Sucipto berikutnya untuk mempertajam karirnya di lapangan hijau. Pada akhir 2010, Tony Sucipto dikontrak oleh Persija untuk masa durasi kontrak 2 tahun. Jumlah penampilan yang ia lakoni bersama klub ketiga dalam karir seniornya ini terhitung lebih banyak dibandingkan dengan klub senior pertamanya dengan masa bakti yang sama, 2 tahun, total ia bermain sebanyak 24 kali dengan torehan 2 gol untuk klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut, itu artinya kemampuan Tony Sucipto mengalami peningkatan jika mengacu pada statistik di atas.

    Sayang, pada tahun 2011 Persija Jakarta melepas Tony Sucipto ke Persib Bandung. Disinilah posisi baru sebagai pesepak bola ia dapatkan. Di bawah kepemimpinan pelatih Persib, Tony Sucipto ditempatkan dibagian pertahanan menemani Jajang Sukmara, Supardi Nasir, dan pemain belakang Maung Bandung lainnya.

    Sosok Tony Sucipto  dikenal juga sebagai pemain langganan Timnas. Ia beberapa kali merasakan indahnya terpilih sebagai pesepak bola yang membela tanah air. Pada tahun 2002/2003 ia masuk dalam skuad Timnas U-17. Tahun 2004 U-19. 2006/2009 U-23. Dan yang terakhir Timnas Senior pada tahun 2010. Total selama membela negara Tony Sucipto telah menyumbangkan 3 gol, 2 gol saat membela Timnas U-23, 1 gol saat membela Timnas Senior.

    , ,

    Masih dalam daftar nama pemain yang memperkuat timnas dalam parhelatan akbar piala AFF 2016 dalam asuhan pelatih Alfred Riedl. Kini sosok penyerang Muchlis Hadi Ning yang akan coba kami perkenalkan pada Anda para penggila sepakbola.

    Kehadirannya di timnas besutan pelati Austria tersebut sedikit terlambat. Ia hadir menggantikan Irfan Bachdim yang tidak dapat memperkuat timnas karena mengalami cedera. Keputusan untuk mencoret nama Irfan Bachdim dalam skuad dilakukan setelah adanya konfirmasi dari tim medis untuk penyembuhan dan pemulihan penyerang blasteran tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dengan demikian, terpilihlah nama Muchlis untuk menemani Ferdinand Sinaga, Lerby Eliandry, dan Boaz Solossa di barisan depan timnas.

    Sayang, dalam semua laga yang dimainkan timnas tak sekalipun Muchlis mendapatkan kesempatan bermain. Striker mudah ini dirasa belum cukup pengalaman untuk ada di kejuaraan ini. Dan lagi, masukkan ia dalam skuad tidak ada dalam rencana atau strategi coach Alfred. Ini yang menyebabkan ia tidak menerima peluang bermain. Berikut Biodata Muchlis Hadi Ning selengkapnya:

    Muchlis Hadi Ning
    Nama lengkap : Muchlis Hadi Ning Syaifulloh
    Tempat dan tanggal lahir : Mojokerto. 26 oktober 1996
    Tinggi : 1.72 m (5 ft 8 in)
    Posisi : Penyerang
    Nomor punggung : 37
    Warga negara : Indonesia

    Mengawali karir junior bersama empat klub sekaligus, SSB Sinar Mas, Persebaya U-14, Domhil Malang U-16 dan Benteng Muda U-16, membuat Muchlis Hadi Ning masuk dalam skuad senior klub Persekap Pasuruan pada tahun 2012 s/d 2013 karena segudang pengalaman yang telah ia miliki selama menjalani karir junior.

    Selama dua tahun berada di klub yang memiliki julukan Laskar Untung Suropati tersebut, kembali tak sekalipun ia mendapatkan kesempatan bermain. Keadaan ini membuat ia memilih untuk hengkang dari klub senior pertamanya. Dan pelabuhannya jatuh ke klub PSM Makassar pada tahun 2014. Disini ia diberikan kesempatan bermain 6 kali dan berhasil menyumbangkan 1 gol.

    Sebelum memperkuat timnas senior, nama Muchlis Hadi Ning kerap masuk dalam jajaran pemain timnas untuk kategori lain, contohnya ketika ia ada di barisan pemain timnas U-17 pada tahun 2012 s/d 2013, pemain timnas U-19 pada tahun 2013 s/d 2014, dan pemain timnas U-23 pada tahun 2015. Barulah pada tahun 2016 ia berada di barisan pemain timnas senior. Terlihat jeas karir Muchlis Hadi Ning kian hari kian berkembang. Mengingat usianya yang masih mudah, potensi untuk ia menjadi pesepak bola terkenal di tanah air tentu masih terbuka lebar.

    , ,

    Sekilas nama penjaga gawang ini memiliki kemiripan dengan Syamsir Alam, tapi perlu Anda pahami, keduanya tidak memiliki ikatan saudara atau keterkaitan hubungan yang lebih dekat lagi selain sama-sama pemain sepakbola. Dan yang perlu Anda pahami lagi adalah, ia merupakan pemain timnas yang masuk dalam skuad asuhan Alfred Riedl di ajang piala AFF 2016. Tapi sayang, sepanjang parhelatan dua tahunan tersebut Teja Paku Alam tak sekalipun mendapatkan kesempatan bermain.

    Ia merupakan penjaga gawang jebolan Deportivo Indonesia yang merupakan klub junior pertamanya di lapangan hijau pada tahun 2012. Di tahun yang sama, klub junior Sriwijaya FC U-21 tertarik untuk meminang kiper pemilik postur tubuh tinggi ini. Tak butuh waktu lama, masih di tahun yang sama 2012, klub senior Sriwijaya FC terpikat dengan kepiawaian Teja di bawah mistar dan menjadikannya kiper pelapis Ferry Rotinsulu. Berikut Biodata Teja Paku Alam selengkapnya:

    Teja Paku Alam
    Nama lengkap : Teja Paku Alam
    Tempat tanggal lahir : Painan. 14 maret 1994
    Tinggi : 1.77 m (5 ft 10 in)
    Posisi : Kiper
    Nomor punggung : 12
    Warga negara : Indonesia

    Seiring berjalannya waktu dan mulai beradaptasinya ia dengan klub kebanggan warga palembang tersebut, kini Teja Paku Alam mulai mendapatkan tempat di tim utama mengingat penampilan Ferry yang tak lagi secemerlang dahulu, ini dikarena usia Ferry sendiri yang sudah menginjak masa pensiun dari lapangan hijau.

    Dalam beberapa kali pertandingan Sriwijaya FC, Teja Paku Alam terlihat menjadi pilhan utama pelatih, bahkan dibandingkan dengan kiper Sriwijaya FC lain, Ghazi Aditya.

    Dengan meningkatnya durasi bermain Teja Paku Alam, Alfred Riedl lantas meliriknya untuk ada di barisan punggawa timnas dalam ajang piala AFF 2016 menemani Kurnia Meiga dan Andritany Ardhiyasa. Tapi sayang, ia masih kalah bersaing dengan senior-senior di barisan paling belakang timnas tersebut.

    Sebagai penjaga gawang dan menyenangi posisi ini, Teja Paku Alam sangat mengidolakan kiper seprofesi lain klub ex Real Madrid yang kini bermain untuk Porto, Iker Casillas. Bukan tanpas alasan, pasalnya ia mengagumi Casillas sejak ia kecil dan berharap kelak mampu seperti penjaga gawang asal Spanyol tersebut.

    , ,

    1 lagi dari 22 daftar pemain timnas asuhan Alfred Riedl yang mendapatkan banyak sorotan karena perannya yang sangat vital di piala AFF 2016, Bayu Pradana.

    Berdiri di barisan tengah timnas bersama Andik Vermansyah, ia menjelma menjadi sosok pemain pemutus serangan lawan. Banyak aksi-aksi memotong aliran bola lawan yang ia pertontonkan selama pagelaran 2 tahun sekali tersebut, bahkan tak jarang ia melakukan teckling terhadap pemain lawan ketika dalam posisi tertekan. Ini juga yang membuat ia kerap mendapatkan peringatan dan kartu kuning dari wasit.

    Menjalani karir junior bersama Diklat Salatiga, Bayu Pradana terbentuk menjadi gelandang tangguh yang piawai merusak strategi lawan ketika sedang menyerang. Bahkan ia tak sungkan untuk turun jauh ke belakang demi mencegah terjadinya sebuah gol. Karakter ini juga yang membuat sang pelatih Alfred Riedl memilihnya sebagai starter dalam setiap laga tinmas di piala AFF Suzuki Cup. Berikut Biodata Bayu Pradana selengkapnya:

    Bayu Pradana
    Nama lengkap : Bayu Pradana Andriatmo
    Tempat dan tanggal lahir : Salatiga. 19 april 1991
    Tinggi : 1.80 m (5 ft 11 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 13
    Warga negara : Indonesia

    Barulah pada tahun 2010 Bayu Pradana memulai karir seniornya bersama klub Persis Solo. Lalu di tahun berikutnya 2011 ia hengkang ke klub Persipasi Bekasi. Tahun 2013 bersama klub Persepar Palangkaraya. Dan pada tahun 2014 s/d 2015 ia bergabung bersama Persiba Bantul. Sayang, tidak ada catatan bermain yang dapat Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia temukan seputar catatan penampilannya bersama klub-klub awal dimana ia memulai karir senior.

    Dengan pengalamannya bergabung bersama sejumlah klub senior tanah air, lantas Persiba Balikpapan tertarik untuk mendapatkan service  pemain ini. Proses pemindahan Bayu Pradana dari Persiba Bantul ke Persiba Balikpapan terjadi pada tahun 2015. Selama memperkuat klub Beruang Madu tersebut di tahun yang sama ia mendapatkan kesempatan bermain 3 kali dan menyumbangkan 1 gol.

    Minimnya kesempatan bermain yang ia dapatkan bersama klub yang juga memiliki julukan Selicin Minyak ini membuat ia kembali harus hengkang. Masih di tahun yang sama 2015, Mitra Kukar tertarik meminang pemain yang kala itu usianya baru menginjak 24 tahun. Ini tentu menjadi peluang besar untuk Mitra Kukar itu sendiri mengingat Bayu Pradana terbilang masih cukup muda dan memiliki potensi menjadi pemain bintang negeri ini.

⬆
Top