, ,

    Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia BLOG kali ini tertarik untuk mengangkat biodata sosok lapangan hijau yang masih dalam usia muda, bibit baru yang dapat diharapkan memajukan persepakbolaan tanah air kedepannya. Ia adalah Febri Haryadi...

    Febri, merupakan pesepakbola jebolan SSB PRO UNI Bandung yang digadang-gadang akan menjadi bintang untuk para Bobotoh, sebutan nama fans klub sepakbola asal kota kembang ini. Sejak dini ia sudah dilatih dan dipersiapkan untuk masa depan Persib Bandung kedepannya. Awalnya adalah ketika Persib meminangnya pada tahun 2012 untuk masuk dalam tim U-21. Setelah itu puncaknya dari segalanya adalah ketika Persib mengikutsertakannya di Pon Jabar tahun 2016. Pada tahun yang sama setelah kejuaraan itu, Febri Haryadi dipercaya masuk dalam skuad tim senior Persib. Berikut Biodata Febri Haryadi selengkapnya :

    Febri Haryadi
    Nama lengkap : Febri Haryadi
    Tempat dan tanggal lahir : Bandung, 19 februari 1996
    Tinggi : 1.70 m (5 ft 7 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 13
    Warga negara : Indonesia

    Dengan postur tubuh ideal yang dimiliki pemain muda ini, ia didaulat mampu menggantikan posisi Cipto Junaedy atau Tony Sucipto untuk waktu yang akan datang. Atau bila mungkin menggantikan posisi gelandang pengangkut air Hariono. Ya, hal ini bukan tidak mungkin. Sejauh ini saja ia telah bermain sebanyak 14 kali dan berhasil menyumbangkan 3 gol untuk tim senior Persib. Ini jadi rekor yang bagus untuk kategori pemain muda dan baru saja masuk dalam skuad senior.

    Sampai saat ini sudah banyak media yang menjadikan Febri Haryadi sebagai buah bibir. Liputan-liputan tentang bola ramai-ramai mengulas sosok fenomenal ini. Bagaimana tidak, Persib Bandung yang baru-baru ini kita ketahui memboyong pesepak bola dunia Michael Essien ternyata juga memberikan kesempatan untuk pemain-pemain lokal mereka berkompetisi dalam skuad senior.

    Catatan yang admin dapat laga perdana Febri Haryadi bermain di kasta tertinggi persepakbolaan tanah air bersama Persib adalah ketika klub asal Jawa Barat ini bertanding melawan klub Sriwijaya FC. Djanur memberikan kesempatan itu padanya sebagai langkah awal masa depan pemain muda ini ada di level tertinggi.

    ,

    Saat ini kami tidak ingin mengulas Juventus, klub asal Itali dengan sejuta penggemar di seluruh dunia, tapi sosok pemain sepakbola tana air yang dikenal memiliki nama panggilan (akrab) JUPE 😀. Siapa lagi kalau bukan Ahmad Jufrianto?

    Kami mencatat, setidak ada 2 klub tanah air yang pernah merasakan service pemain ini dalam 2 kali kontrak?. Ya, Ahmad Jufrianto pernah membela klub Sriwijaya FC pada tahun 2010 sampai dengan 2013, lalu hengkang, dan kembali lagi ke klub ini pada tahun 2016, lalu hengkang.

    Klub berikutnya adalah Persib Bandung. Ia pernah membela klub ini pada tahun 2013 sampai dengan 2016, lalu hengkang, dan kembali ke klub ini pada tahun 2017, lalu? tunggu saja nanti! Yang pasti JUPE terasa unik karena pernah merasakan klub baru rasa lama dengan 2 klub tanah air sekaligus. Berikut Biodata Ahmad Jufrianto selengkapnya :

    Ahmad Jufrianto
    Nama lengkap : Ahmad Jufrianto Tohir
    Tempat dan tanggal lahir : Tangerang, 7 februari 1987
    Tinggi : 1.80 m (5 ft 11 in)
    Posisi : Bek, Gelandang
    Nomor punggung : 13
    Warna negara : Indonesia

    Selain Sriwijaya FC dan Persib Bandung, Ahmad Jufrianto juga pernah memberikan andilnya untuk klub Persita Tangerang sebagai kota kelahirannya pada tahun 2005 sampai dengan 2008. Arema Malang 2008 sampai dengan 2009. Pelita Jaya 2009 sampai dengan 2010.

    Jika diperhatikan, Ahmad Jufrianto memiliki kemiripan dengan  Tony Sucipto pemain Persib lain yang siap membela klub warga Jawa Barat tersebut di piala Presiden 2017. Kemiripannya adalah, jika awal karir Tony Sucipto berawal dari Gelandang lalu beralih posisi ke Bek, Ahmad Jufrianto malah sebaliknya, dari posisi Bek beralih ke posisi Gelandang. Hal ini sangat wajar, pemain sepakbola dunia lainnya juga pernah mengalami demikian, contohnya saja Gareth Bale, awal karirnya ia didaulat sebagai Bek, bersama Real Madrid ia dipercaya untuk mempertajam barisan depan bersama Cristiano Ronaldo.

    Ahmad Jufrianto juga pernah merasakan manisnya terpilih sebagai pemain Timnas U-20 pada tahun 2005. U-21 pada tahun 2008. U-23 pada tahun 2007-2009. Timnas Senior pada tahun 2013.

    , ,

    1 lagi dari 22 daftar pemain timnas asuhan Alfred Riedl yang mendapatkan banyak sorotan karena perannya yang sangat vital di piala AFF 2016, Bayu Pradana.

    Berdiri di barisan tengah timnas bersama Andik Vermansyah, ia menjelma menjadi sosok pemain pemutus serangan lawan. Banyak aksi-aksi memotong aliran bola lawan yang ia pertontonkan selama pagelaran 2 tahun sekali tersebut, bahkan tak jarang ia melakukan teckling terhadap pemain lawan ketika dalam posisi tertekan. Ini juga yang membuat ia kerap mendapatkan peringatan dan kartu kuning dari wasit.

    Menjalani karir junior bersama Diklat Salatiga, Bayu Pradana terbentuk menjadi gelandang tangguh yang piawai merusak strategi lawan ketika sedang menyerang. Bahkan ia tak sungkan untuk turun jauh ke belakang demi mencegah terjadinya sebuah gol. Karakter ini juga yang membuat sang pelatih Alfred Riedl memilihnya sebagai starter dalam setiap laga tinmas di piala AFF Suzuki Cup. Berikut Biodata Bayu Pradana selengkapnya:

    Bayu Pradana
    Nama lengkap : Bayu Pradana Andriatmo
    Tempat dan tanggal lahir : Salatiga. 19 april 1991
    Tinggi : 1.80 m (5 ft 11 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 13
    Warga negara : Indonesia

    Barulah pada tahun 2010 Bayu Pradana memulai karir seniornya bersama klub Persis Solo. Lalu di tahun berikutnya 2011 ia hengkang ke klub Persipasi Bekasi. Tahun 2013 bersama klub Persepar Palangkaraya. Dan pada tahun 2014 s/d 2015 ia bergabung bersama Persiba Bantul. Sayang, tidak ada catatan bermain yang dapat Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia temukan seputar catatan penampilannya bersama klub-klub awal dimana ia memulai karir senior.

    Dengan pengalamannya bergabung bersama sejumlah klub senior tanah air, lantas Persiba Balikpapan tertarik untuk mendapatkan service  pemain ini. Proses pemindahan Bayu Pradana dari Persiba Bantul ke Persiba Balikpapan terjadi pada tahun 2015. Selama memperkuat klub Beruang Madu tersebut di tahun yang sama ia mendapatkan kesempatan bermain 3 kali dan menyumbangkan 1 gol.

    Minimnya kesempatan bermain yang ia dapatkan bersama klub yang juga memiliki julukan Selicin Minyak ini membuat ia kembali harus hengkang. Masih di tahun yang sama 2015, Mitra Kukar tertarik meminang pemain yang kala itu usianya baru menginjak 24 tahun. Ini tentu menjadi peluang besar untuk Mitra Kukar itu sendiri mengingat Bayu Pradana terbilang masih cukup muda dan memiliki potensi menjadi pemain bintang negeri ini.

    , ,

    Tak banyak sumber informasi yang Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia dapatkan mengenai pemain timnas besutan Alfred Riedl ini diberbagi media yang ada, hanya beberapa saja yang mengulasnya, itupun dengan catatan pribadi yang sedikit. Ini tentu saja menyiratkan ia tidak begitu populer di mata para penggila bola tanah air?

    Tapi tunggu, penampilannya bersama timnas saat ini di ajang piala AFF 2016 begitu memukau pecinta timnas negeri ini dimana saja berada. Aksi-aksi penguasaan bola dengan ketenangan yang baik di lapangan hijau membuat setiap kita pasti terpikat dengannya, Rizky Pora. Tak salah pelatih asal Austria tersebut memasukkan namanya dalam jajaran pemain timnas yang berlaga di piala AFF 2016.

    Rizky Pora merupakan putra kebanggaan warga Ternate yang memiliki kemampuan penguasaan bola, menggiring bola ke pertahanan lawan dengan kualitas di atas rata-rata. Ditunjang dengan kecepatan berlari di sisi garis pinggir lapangan, ia kerap memberikan peluang menciptakan gol untuk penyerang dengan umpan-umpan akurat, bahkan tak jarang sesekali ia menjadi ancaman untuk para pemain belakang lawan ketika berduel demi melahirkan sebuah gol, seperti yang ia perlihatkan sepanjang parhelatan piala AFF 2016 bersama Stefano Lilipaly. Berikut Biodata Rizky Pora selengkapnya:

    Rizky Pora
    Nama lengkap : Rizky Rizaldi Ripora
    Tempat dan tanggal lahir : Ternate. 22 november 1989
    Tinggi : 1.71 m (5 ft 7 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 26
    Warga negara : Indonesia

    Rizky Pora mengawali karis sepakbola senior bersama Persita Tangerang pada tahun 2010 s/d 2013. Selama memperkuat pemilik nama fans klub Laviola tersebut ia tampil sebanyak 48 kali dengan menyumbangkan 3 gol. Di tahun berikutnya 2013 Rizky Pora memilih hengkang ke klub Barito Putera dan memperkuat klub tersebut selama artikel ini diterbitkan, 2016. Sepanjang itu juga ia sudah menorehkan 8 gol dengan total bermain 41 penampilan. Itu artinya bersama Barito Putera Rizky Pora mulai menemukan kecemerlangannya di lapangan hijau jika mengacu pada statistik di atas. Tak heran jika Alfred Riedl memanggilnya ke skuad timnas, bahkan menjadi pemain inti.

    Kepercayaan Alfred Riedl padanya langsung dijawab dengan penampilan ciamik di lapangan, puncaknya adalah ketika ia berhasil menciptakan gol pemacu semangat untuk timnas di leg final pertama melawan Thailand, ketika itu kedudukan sementara 0-1 untuk Thailand. Terang saja, dengan adanya gol pembalas dari Rizky Pora para pemain timnas terpecut semangatnya untuk membalikkan keadaan, dan akhirnya hal tersebut terjadi, setelah terciptanya gol dari Rizky Pora, tak lama berselang timnas berhasil unggul dan mengakhiri pertandingan dengan skor 2-1 untuk Indonesia.

    Rizky Pora dan para pemain-pemain timnas debutan menjadi magnet tersendiri untuk para fans. Walaupun baru pertama kali memperkuat timnas, penampilan mereka cukup layak untuk menjadi skuad berikutnya menggantikan senior-senior terdahulu, sebut saja contohnya seperti Lilipaly, Derby Eliandry, dan kawan-kawan yang lain yang baru saja masuk sebagai pemain sepakbola terbaik negeri ini dengan terpilihnya mereka di jajaran pemain timnas.

    , ,

    Ia menjadi sederet pemain naturalisasi tanah air berikutnya setelah Cristian Gonzales yang mampu bersinar di sekuad timnas. Namanya mulai dikenal setelah ia masuk dalam jajaran pemain tim nasional yang membela tanah air di kejuaraan piala AFF Suzuki 2016. Ia adalah Stefano Lilipaly.

    Ia sejatinya adalah pemain sepakbola berkewarganegaraan Belanda. Hanya saja dalam darah yang mengalir di tubuhnya terdapat garis keturunan Indonesia. Hal ini mengingatkan kita pada sosok pemain sepakbola negeri kincir angin lain seperti  Giovanni Van Bronckhorst dan lain-lain.

    Stefano Lilipaly besar diantara orang tua berkebangsaan berbeda, ayah (Ron Lilipaly) Indonesia, Ibu (Adriana) Belanda. Lilipaly junior mulai mengenal sepakbola sejak usia 7 tahun. DCG adalah klub amatir pertama yang pernah ia perkuat, sampai akhirnya pindah ke klub junior AZ Alkmaar dan mengakhiri karir junior bersama klub FC Utrecht.

    Pada tahun 2010, Stefano Lilipaly berkesempatan bergabung bersama klub senior FC Utrecht. 2 tahun tepatnya sepanjang musim 2010 s/d 2012 ia diberikan kesempatan bermain sebanyak 5 kali dengan sukses menyumbangkan 2 gol. Di tahun 2012 akhir mencelang berakhirnya kontrak bersama FC Utrecht, Stefano Lilipaly mendapatkan pinangan dari klub Almere City. Disini selama kurun waktu yang sama ( 2 musim) ia berkesempatan tampil lebih banyak, total ada sebanyak 39 laga ia lakoni bersama Almere City dan sukses mencetak 3 gol. Berikut Biodata Stefano Lilipaly selengkapnya:

    Stefano Lilipaly
    Nama lengkap : Stefani Janite Lilypaly
    Tempat dan tanggal lahir : Arnhem, Belanda. 10 januari 1990
    Tinggi : 1.70 m (5 ft 7 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 26
    Warga negara : Indonesia (naturalisasi)

    Klub senior lain yang pernah menikmati jasa pemain naturalisasi Indonesia ini adalah Consadole Sapporo. Ia mulai memperkuat klub Cinsadole Sapporo pada tahun 2014. Tak mendapatkan kesempatan bermain, akhirnya Stefano Lilipaly memutuskan hengkang ke klub sepakbola tanah air Persija pada tahun 2015. Bersama Consadole Sapporo ia hanya diberikan kesempatan bermain 2 kali dan mencetak 1 gol.

    Stefano Lilipaly resmi menjadi pemain timnas sejak tahun 2013 bersama tim senior. Kesempatan ini adalah kisah kedua yang menjadi pilihnya memperkuat Indonesia setelah pada kesempatan pertama di tahun 2011 ia terpaksa gagal dinaturalisasi dan mengikuti seleksi timnas U-23 karena alasan belum pulihnya ia dari cedera. Barulah pada tahun 2013 ia sah memdapatkan tempat diskuad timnas, dan pertandingan pertama yang ia lakoni bersama merah putih terjadi saat menghadapi timnas Filipina pada tanggal 14 agustus 2013. Kemenangan Indonesia 2-0 saat itu tidak luput dari peran Stefano Lilipaly, ia berhasil menyumbangkan 1 assist untuk kemenangan merah putih.

    Kecemerlangan timnas pada pagelaran piala AFF 2016 memunculkan nama-nama baru yang layak menempati sebagai pemain timnas di era kepemimpinan baru PSSI. Selain Stefano Lilypaly dan beberapa pemain muda lainnya, terdapat 1 nama penyerang berbakat yang juga mulai dikenal setelah piala SeAsia Tenggara,  Lerby Eliandry.

    , ,

    Siapa yang tidak mengenal Zinedine Zidane?. Sosok pemain sepakbola fenomenal sejati yang sampai hari ini masih setia menjalankan profesinya di lapangan hijau sebagai pelatih Real Madrid setelah sebelumnya berperan sebagai aktor hebat di lapangan untuk beberapa klub terbaik dunia. Tapi tahukah Anda bahwa Zidane memiliki putra yang mewarisi keahliannya mengolah sikulit bundar dan sekarang banyak diincar klub-klub Eropa?.

    Enzo Zidane, begitu penggila bola menamainya. Ya, ini dikarenakan Enzo merupakan putra Zidane yang saat ini sedang dalam tahap perkembangan dan menjadi perburuan klub-klub di bursa transfer pemain tahun 2016/2017 bersama Alvaro Morata.

    Di usia muda, Enzo Zidane telah memulai karirnya menggantikan sang ayah. Ia mulai bermain bersama klaub junior Juventus pada tahun 1997 s/d 2000. Lalu bergabung bersama Liceo Francis dan dan San Jose dalam kurun waktu 4 tahun berikutnya. Barulah di tahun 2004 s/d 2014 Enzo Zidane menempuh pendidikan sepakbola bersama Real Madrid. Berikut Biodata Enzo Zidane selengkapnya :

    Enzo Zidane
    Nama lengkap : Enzo Alan Zidane Fernandez
    Tempat dan tanggal lahir : Bordeaux, Prancis 24 maret 1995
    Tinggi : 1.84 m (6 ft 1/2 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 10
    Warga negara : Prancis

    Pada tahun 2014 s/d 2015, Enzo Zidane berkesempatan bermain untuk tim B dan C Real Madrid. Menurut catatan sumber, setidaknya ia bermain sebanyak 72 kali dengan raihan 6 gol. Ini tentu saja catatan dan capaian yang layak untuk dipertimbangkan klub-klub yang saat ini mengincar jasa bocah berusia 21 tahun tersebut. Contohnya klub asal Inggris Middlesbrough yang tertarik mendatangkannya dari Santiago Bernabeu ke Riverside sebagai status pemain pinjaman.

    Penggila sepakbola akan dimanjakan dengan nama-nama Zidane lainnya mengingat 3 adik Enzo kini telah menjalani masa pendidikan sepakbola bersama Real Madird. Luca, Theo, dan Elyaz. Ya, mudah saja untuk setiap putra-putra Zinedine Zidane ada di lapangan hijau bermain bersama klub besar dunia mengingat nama besar sang ayah di dunia sepakbola itu sendiri yang telah melegenda. Secara tidak langsung, ini tentu saja menjadi penunjang karir sepakbola setiap anak-anak Zinedine Zidane kedepannya. Tapi apakah kemampuan sang anak sama percis dengan sang ayah?, layak untuk kita tunggu!

    , ,

    Profil & Biografi Pemain Sepak Bola Dunia – Pemain berikut ini dikenal sebagai fans setia klub Inter Milan dan memiliki impian untuk bermain di klub asal Itali tersebut. Sejauh ini cita-cita yang ia ingin capai terus berlanjut melihat kegemilangannya di lapangan hijau dalam mengola sikulit bundar.

    Adam Alis, begitu ia di sapah oleh para penggemar sepak bola tanah air. Adam Alis mulai mencuri perhatian ketika ia bergabung bersama skuad timnas U-23 di Pra Piala Asia U-23 tahun 2016. Performa impresifnya terus berlanjut  untuk membela skuad tanah air di SEA Games 2015.

    Mengawali karir junior bersama Persija Jakarta pada tahun 2010 s/d 2011, Adam Alis menjadi sosok pemain gelandang yang kreatif dalam mengalirkan bola ke depan. Umpan-umpan yang ia berikan kerap memanjakan penyerang yang bermain bersama 1 klub dengannya. Dalam kurun waktu 2 tahun, Adam Alis berhasil masuk ke klub senior Persitangsel di tahun 2011 s/d 2012. Perserang Serang 2012 s/d 2013. Martapura FC 2013 s/d 2014. Persija Jakarta 2014 s/d 2015. Berikut Biodata Adam Alis selengkapnya :

    Adam Alis
    Nama lengkap : Adam Alis Setyano
    Tempat dan tanggal lahir : Jakarta. 19 desember 1993
    Tinggi : 1.74 m (5 ft 9 in)
    Posisi : Gelandang
    Nomor punggung : 9
    Warga negara : Indonesia

    Pada tahun 2015 Adam Alis memilih hengkang dari klub pertama kali ia mengawali karir junior, Persija Jakarta dan bergabung bersama klub asing, East Riffa. Di klub tersebut, Adam Alis langsung menjadi pemain pilar di tim utama. Perannya sungguh tidak tergantikan. Keputusan tepat di ambil oleh pemain muda Indonesia ini jika melihat kondisi persepakbolaan tanah air saat ini.

    Kebanggan tersendiri muncul dalam setiap kita warga nagara Indonesia jika melihat pemain muda seperti Adam Alis berhasil sukses bermain untuk klub asing dan menjadi primadona disana. Ketika ia kembali, kita tentu mengharapkan kegemilangan yang sama bisa ia perlihatkan untuk timnas Indonesia. Selamat berjuang Adam Alis. Semoga kesuksesan senantiasa menyertaimu.

⬆
Top