,

    MEDAN, WOL – Besok adalah puncak dari Seminar Nasional ke-8 Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia (UNPRI) yang mengangkat tema “Entrepreneurship In The Digital Era”, di Selecta Royal Ballroom, Jalan Listrik Medan, Sabtu (15/7).

    Di mana akan hadir para pembicara yang sukses memanfaatkan digital sebagai wadah memperluas usaha atau memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat luas.

    Ketiga pembicara tersebut yakni Dennis Adishwara (Founder & CEO Layaria.com) yang juga aktor, produser dan director, Andri Rizki Putra (Founder of Yayasan Pemimpin Anak Bangsa) yang juga menjadi salah seorang Kick Andy Young Heroes 2015 dan terakhir Christopher Angkasa (Founder of Clapham Collective).

    Dalam keterangan resminya Founder & CEO Layaria.com, Dennis Adishwara, mengatakan kalau besok dirinya akan bercerita mengenai kiat-kiat menjadi seorang startup yang sukses. Sebab tidak sedikit startup yang ada hanya sebatas untuk tampil eksis, bukan untuk membuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan sebaliknya.

    “Banyak akhir-akhir ini keberadaan startup hanya untuk keren-kerenan. Gengsi diri meningkat karena di kartu nama tertulis CEO. Hal seperti ini yang luput dari pantauan sebenarnya. Tapi pada hakikatnya, anak muda ikut startup, untuk membangun sebuah perusahaan, memecahkan masalah yang ada di masyarakat. Mungkin dalam hal menggali potensi-potensi yang ada di tengah masyarakat, dan pada akhirnya akan menghasilkan keuntungan. Besok saya akan ceritakan semuanya bagaimana memulai untuk menjadi seorang startup berdasarkan pengalaman pribadi saya,” ungkapnya saat menggelar pressconference di ruang serbaguna RS Royal Prima, Jumat (14/7).

    Masih di tempat yang sama, Founder of Yayasan Pemimpin Anak Bangsa yang juga Kick Andy Young Heroes 2015, Andri Rizki Saputra, mengatakan menjadi seorang startup dapat memiliki banyak keuntungan. Salah satu contohnya adalah yang ia lakukan sekarang ini. Meskipun secara finansial tidak ada menerima keuntungan karena yayasan yang ia bina adalah non profit, namun secara sosial, ia berhasil memberikan ilmu secara gratis kepada anak-anak kurang mampu.

    “Saya punya lima tempat binaan yang tersebar di seluruh Indonesia dan membawahi ribuaan anak didik serta ratusan pengajar, tidak menjadikan saya seorang yang harus disanjung-sanjung. Tetapi dengan keberhasilan sebagai seorang sosial enterpreneur, saya menerima benefit (keuntungan) yakni mendapatkan bea siswa sekolah di luar negeri. Teori yang saya dapatkan selama berdiskusi dengan masyarakat luas saya wujudkan dalam kegiatan yang real. Intinya never stop learning,” ujarnya.

    Sebelumnya, Dekan Fakultas Ekonomi UNPRI, Cut Fitri Rostina SE MM, mengucapkan terimakasih kepada pembicara yang berkenan hadir pada acara besok. Pemaparan pengalaman para pembicara di acara besok akan sangat berarti bagi mahasiswa UNPRI  dalam memulai sesuatu yang baru.

    “Besok mahasiswa boleh bertanya kepada para pembicara bagaimana kiat-kiat untuk menjadi seorang startup yang sukses dengan memanfaatkan digital. Bukan cuma itu, mahasiswa bisa menjual hasil produk/karya mereka dan memaparkan bisnis plan mereka di depan umum. Bagi yang dianggap panitia memenuhi kriteria penilaian terbaik, akan kita berikan reward,” terangnya.

    Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Ekonomi UNPRI, Hendry SE MM, berharap berakhirnya acara seminar “Entrepreneurship In The Digital Era”, mahasiswa lulusan Fakultas Ekonomi UNPRI mampu menciptakan peluang usaha dan menyerap tenaga kerja. Dengan begitu, mahasiswa UNPRI telah berkontribusi kepada bangsa dan negara.(wol/mrz/data1)

    Editor: SASTROY BANGUN

    taken from http://waspada.co.id/medan/entrepreneurship-in-the-digital-era-unpri-lahirkan-startup-baru/

    Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus

    TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kebakaran Pasar Aksara Medan sudah setahun berlalu. Sejak kebakaran terjadi, banyak pedagang membuka lapak di badan jalan.

    Kondisi ini memperparah situasi dan mengganggu arus lalulintas. Setahun pascakebakaran ini, puluhan pedagang kembali turun ke jalan.

    Kali ini, para pedagang memblokade jalan sehingga membuat arus lalulintas lumpuh. Dari pantauan Tribun, kendaraan yang datang dari arah Jalan AR Hakim menuju Jalan Aksara terpaksa berputar arah, Rabu (11/7/2017).

    Begitu juga kendaraan yang datang dari arah Jalan Letda Sudjono, terpaksa mencari jalan lain untuk melintas.

    Guna mengurai arus kemacetan ini, petugas Satuan Lalulintas terpaksa berdiri di tiap-tiap simpang lampu merah. Pengendara yang hendak melintas ke Jalan Aksara terpaksa diminta berputar arah.

    Saat menyampaikan orasinya, para pedagang sempat minta maaf pada pengguna jalan. Kata pedagang, aksi turun ke jalan terpaksa dilakukan karena pemerintah terkesan "tuli" dan "buta".

    "Kami bukan mau mengganggu arus lalulintas pak. Kami turun ke jalan juga terpaksa karena ingin memperjuangkan nasib kami," teriak seorang wanita yang memegang poster putih berisikan kecaman.

    Hingga saat ini, arus lalulintas masih terganggu. Kemacetan semakin parah karena banyak pedagang yang berdiri di tengah jalan.(*)

    taken from http://medan.tribunnews.com/2017/07/12/arus-lalu-lintas-lumpuh-saat-pedagang-demontrasi-memperingati-1-tahun-kebakaran-pasar-aksara


    TobaTimes, Medan - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sumatera Utara (Sumut) ternyata belum bisa diselenggarakan 100 persen. Sebab, 50 persen lebih SMK di Sumut tak memiliki sarana atau infrastruktur yang memadai.

    Ilustrasi.
    Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumut Rosmawati Nadea mengungkapkan, dari sekira 968 SMK negeri dan swasta di Sumut, 50 persen lebih masih harus tetap melaksanakan UN manual dengan tulisan tangan.

    Kondisi itu terjadi lantaran keterbatasan sarana dan prasarana pendukung di sekolah-sekolah tersebut, termasuk kurangnya komputer dan jaringan internet. Apalagi di daerah seperti Nias. Sedangkan sisanya, lanjut dia, lebih dari 40% sekolah menyelenggarakan UNBK.

    “Program Disdik Sumut ke depan, karena UNBK memang asal dari SMK maka bidang pembinaan sekolah kejuruan akan terus diupayakan secepatnya. Tujuannya, agar semua SMK dapat menggelar UNBK. Sekarang ini, Disdik akan mendata ke seluruh Sumut, berapa banyak lagi SMK yang belum punya server dan PC komputer untuk dicarikan solusinya,” ujar Rosmawati kepada wartawan akhir pekan ini.


    Dia mengatakan, untuk pengadaan anggaran atau dananya bisa digunakan dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) atau APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Bahkan, bila perlu digunakan CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan untuk pengadaan perangkat ujian ini.

    “Disdik Sumut sudah merancang pertemuan-pertemuan dengan beberapa stakeholder, seperti Pertamina agar bisa membantu dalam suksesnya program UNBK khususnya tingkat SMK di Sumut. Sebab, sistem pendidikan nasional ini bukan hanya tanggung jawab provinsi saja tetapi semua pihak,” katanya.

    Dia menuturkan, untuk pelaksanaan UNBK, kota-kota dengan akses internet yang baik seperti di Medan, rata-rata sudah menjadi penyelenggara. Namun kota-kota terpencil seperti Nias akan dikoordinasikan lagi ke pemerintah kabupaten/kota supaya aksesnya dibuka.

    Sebagaimana diketahui, waktu pelaksanaan UN maupun UNBK tingkat SMK secara serentak kurang lebih tinggal seminggu lagi. Sesuai hasil rapat koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beberapa waktu lalu, UN/UNBK dijadwalkan pada 3-6 April.

    Sedangkan SMA/MA, pada 10-13 April. Sementara, pelaksanaan UN/UNBK SMP dibagi dua gelombang, yakni pada 2-4 Mei dan 15 Mei untuk gelombang pertama. Gelombang kedua, dilaksanakan pada 8-10 Mei dan 16 Mei.

    Dalam pelaksanaan tahun ini, mata pelajaran yang akan diujikan yakni untuk jenjang pendidikan SMK yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan. Untuk SMA, mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan. (TT/INT)


    TobaTimes, Medan - Sabtu (28/1), warga Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek (Sincia) 2568 yang disimbolkan dengan Shio Ayam Api. Ketua DPD Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumu, Indra Wahidin, mengaku lebih memaknai pergantian Tahun Baru Imlek tak sebatas tentang peruntungan berdasar ramalan.

    Ilustrasi Imlek.
    "Sebenarnya setiap Tahun Baru Imlek itu hal yang sama saja bagi kami etnis Tionghoa. Kalau saya, memaknai Tahun Baru Imlek lebih kepada introspeksi diri," kata Indra Wahidin.

    Bicara soal ramalan peruntungan, dia mengatakan, hal itu berbeda bagi tiap-tiap orang. Namun menurutnya, rezeki itu datang dari upaya, doa, dan usaha.

    "Sebenarnya makna itu sama, jangan terlalu percaya bahwa rejeki itu tergantung ramalan, kalau shio binatang ini rejekinya bagus di Tahun Ayam Api ini. Jadi itu tak boleh dijadikan patokan, intinya berusaha," sebut Indra.

    Indra mengatakan, yang terpenting bagi etnis Tionghoa untuk bisa maju dalam kehidupannya adalah usaha dan yang paling penting hemat.

    "Karena saat ini kehidupan itu sulit, jadi yang paling penting itu adalah berhemat. Kita etnis Tionghoa paling utama dilakukan untuk sukses menjalani kehidupan adalah dengan hemat," tuturnya.

    Indra Wahidin menjelaskan sedikit soal Kalender Imlek. Siklus kalender imlek itu terjadi 60 tahun sekali.

    Jadi ada 12 shio dalam Kalender Imlek yaitu shio tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, babi dan itu bergulir terus menerus sebagai siklus dengan lima unsur bumi di dalamnya yaitu api, tanah, air, logam dan kayu.

    Sementara Wakil Ketua Apindo Sumut Johan Brien menilai, Tahun Baru Imlek 2568 akan membawa berkah dan rezeki. Karenanya dia yakin, prospek bisnis di tahun ini diperkirakan bakal cerah.

    Menurut Brien, tahun Ayam Api ini jika dilihat dari prospek bisnis, cukup bagus. Meski, di tengah kondisi perekonomian yang kurang baik. "Dari segi fengshui bagus prospeknya, di mana ayam api itu membawa keberkahan dan rejeki," kata Brien kepada Sumut Pos.

    Ahli Fengshui di Sumut Bambang ES memprediksi, di tahun ayam api keadaan di sepanjang tahun ini akan bermanfaat dalam peningkatan karir, bisnis dan investasi keuangan. Menurutnya, di bidang bisnis, peluang yang menjanjikan adalah kuliner dan fesyen diramalkan subur.

    "Tahun ini merupakan tahun ayam yang berunsur api dan bersifat Yin bukan Yang. Sifatnya agak sedikit panas dibandingkan tahun monyet api yang sifatnya dingin. Dengan sifat tersebut, pada umumnya yang paling baik dalam bisnis atau usaha di antaranya, kuliner, fesyen, tekstil dan elektronik. Bisnis-bisnis ini diramalkan akal lebih maju apalagi melihat perkembangan ekonomi yang semakin baik saat ini," katanya.

    Menurut Bambang, untuk bisnis properti prospeknya juga baik. Jika berbicara ekonomi secara keseluruhan, bulan Juni dan Juli perkembangan ekonominya akan meningkatkan. "Bagi mereka yang membuka usaha, membeli rumah, membeli meja kantor atau kasir pada tahun ayam ini, tata letaknya lebih baik mengarah barat, utara dan selatan. Sedangkan, arah timur kurang baik," cetus Bambang. (TT/INT)


    TobaTimes, Medan - Seorang ibu membunuh anaknya yang masih berusia 2,5 tahun. Peristiwa itu terjadi di Jalan Dahlia Ujung, Kecamatan Delitua, Medan.

    Ilustrasi.
    Aksi kejam itu dilakukan si ibu karena diduga sedang mengalami stres. "Korban bernama M Altahir, umur 2,5 tahun," kata Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna, Minggu (15/1/17).

    Wira mengatakan, pembunuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Polisi telah memeriksa empat saksi, yakni Sutan Hasibuan (39), Melisa (29), Dewi (30), dan Ratimin (40).

    "Saat itu saksi Dewi sedang berdiri di depan rumah dan melihat anak-anak Sutan berlarian keluar rumah berteriak 'tolong'," kata Wira.

    Setelah itu, Dewi menghubungi Sutan (pemilik rumah) dan Melisa untuk pulang melihat kejadian tersebut. Setiba di rumah, Sutan melihat korban sudah tidak bergerak dengan kondisi usus keluar dan penuh darah. Kemudian korban dibawa ke rumah sakit.

    "Saksi Sutan kemudian menghubungi Polsek Delitua. Kita menuju ke lokasi, seterusnya mengamankan pelaku," ujarnya.

    Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti dua bilah pisau dan baju korban. "Kita berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, untuk melakukan autopsi. Ini (kasus) masih dalam penyelidikan," kata Wira.

    Pelaku akan dibawa ke rumah sakit jiwa. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku diduga stres. "Keterangan saksi yang satu rumah dengan pelaku, pelaku ini orangnya tertutup, pendiam. Seperti stres," kata Wira.

    "Dugaan sementara stres, sehingga muncul seperti pemikiran aneh. Ngomong-nya kadang nyambung, kadang nggak," ujarnya lagi. (TT/int)

    TobaTimes, Medan - Seorang wanita bernama Siti Aisah (38) tak ingin masa depannya hancur. Oleh karenanya dia menolak menikahi dengan kekasihnya, Iwan Mamang (30). Iwan memang sering kasar dan suka memukul.

    Ilustrasi.
    Selain itu, Iwan juga tidak punya pekerjaan tetap. Namun, malang bagi Siti, Iwan tak terima ditolak dan malah memukuli janda warga Jalan Titi Pahlawan, Gang Penghulu Lama, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, itu.

    Peristiwa itu terjadi kemarin malam. Ceritanya, Siti telah menjalin hubungan asmara dengan Iwan selama tiga bulan lamanya. Pria yang sudah menjadi kekasihnya itu berulang kali meminta untuk menikah. Namun, Siti tak mau.

    Singkat cerita, malam itu Siti berboncengan naik sepeda motor dengan Iwan. Kekasihnya itu kembali meminta agar mereka menikah.

    Permintaan itu ditolak oleh Siti. Sehingga, Iwan kesal dan langsung marah lalu memberhentikan sepeda motornya di simpang Pasar 5 Marelan.

    Pria berstatus duda itu memukuli Siti hingga babak belur. Akibatnya Siti mengalami luka di bagian bibir dan wajah. Puas menghakimi Siti, warga Jalan Marelan Raya, Pasar 5 Kecamatan Medan Marelan, itu pun pergi begitu saja.

    Tak terima dengan penganiayaan itu, Siti menelepon Dani, adiknya. Melihat kondisi Siti yang memar di bagian wajah, Dani langsung membawa korban ke RSU Wulan Windi.

    Senin (9/1/2017) siang, Siti dan Dani membuat pengaduan ke Polsek Medan Labuhan. “Tadi malam kakak (Siti) saya dihajar si Iwan,” kata Dani di kantor polisi. Dani berharap polisi dapat segera menangkap Iwan.

    “Sudah sering kali dia mukuli kakak saya, sekarang kakak saya terpaksa opname di rumah sakit. Jadi saya minta polisi untuk segera menangkapnya,” kata Dani lagi.

    Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Ponijo mengatakan sudah menerima laporan korban dan akan segera diproses. “Kalau laporannya sudah memenuhi unsur akan segera kita tangkap pelakunya,” kata Ponijo. (TT/int)


    TobaTimes, Medan  - Entah apa yang terjadi di benak mahasiswa Politeknik Negeri Medan (Polmed) bernama Panto Sihombing (19) ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar kosnya, Jumat (6/1/17) kemarin.

    Ilustrasi.
    Peristiwa itu membuat heboh warga di sekitar Jalan Abdul Hakim, Gang Susuk, Kelurahan Padang Bulan Selayang 1, Kecamatan Medan Selayang, Medan, Sumatera Utara, mendadak geger.

    Berdasarkan informasi, kejadian bermula saat teman korban Goodnyus Simamora (19) hendak bertemu dengan temannya itu, Jumat (6/1) sekitar pukul 22.30 WIB. Kemudian dia pun bergegas ke kamar kos Sihombing.

    Begitu tiba di kamar kos, Simamora curiga lantaran lampu kamar kos Sihombing padam. Kemudian dia pun langsung membuka kaca nako kamar Sihombing dan menyenter ke dalam kamar. Dia terkejut mendapati Sihombing, warga Lintong Ni Huta, Kabupaten Humbang Hasundutan itu sudah tergantung.

    Simamora panik dan memberitahukan hal itu kepada teman satu kos korban. Tidak berapa lama, lokasi pun langsung ramai.

    Kepala Lingkungan (Kepling) setempat kemudian memberitahu pihak kepolisian usai mendapat informasi tersebut.

    Petugas kepolisian dari Polsek Sunggal pun datang ke lokasi guna melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Lalu kemudian mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit untuk keperluan visum.

    "Mendapat informasi itu, petugas langsung datang ke lokasi untuk melakukan cek TKP, kemudian meminta keterangan kepada saksi-saksi," ujar Kapolsek Sunggal Kompol Daniel Marunduri kepada wartawan ketika dikonfirmasi mengenai kejadian itu, Sabtu (7/1/17) pagi.

    Dikatakan, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, sebelum kejadian tersebut, korban masih sempat ngumpul (nongkrong) bersama teman-temannya di Jalan Pasar VIII, Padang Bulan sekitar pukul 18:00 WIB dan kemudian mereka bubar.

    Namun setelah bubar, entah mengapa korban tiba-tiba mengirim pesan via SMS kepada temannya yang berisikan ucapan permisi dalam berbahasa Batak. Tapi saat itu temannya tidak menghiraukan pesan tersebut meskipun sempat merasa curiga.

    Saksi menerima SMS dari korban yang isinya "Parmisi ma jo dihamu sude lae dah" dan saksi pun kaget maksudnya apa dan saksi tidak menghiraukan," tambah Daniel.

    Usai menerima pesan itu, sekitar empat jam kemudian, teman korban pun datang ke kamar kos korban hingga akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kematian korban beserta dengan motifnya. (TT/int)


    TobaTimes, Belawan - Sebuah Kapal patroli BC 20005 BKO Kanwil Bea Cukai Sumut kembali menggagalkan satu kapal pengangkut 50 ton bawang merah selundupan asal Malaysia. Kapal yang diawaki 9 orang itu diamankan dari perairan Tambun Tualang Asahan, Kamis (15/12/16).

    Bawang ilegal.
    Upaya pencegahan terhadap kapal penyelundup bawang KM Rahmat GT 24 No.236/PPd, terkuak dari info diterima aparat Bea Cukai. Selanjutnya, petugas yang sedang melakukan patroli rutin memperketat pengawasan di perairan tersebut.

    Begitu melihat kapal sarat muatan mencurigakan, petugas mendekatinya. Semula, para awak kapal menyaru nelayan ini, tampak biasa tanpa merasa bersalah. Sebab untuk memuluskan aksinya, mereka membungkus rapi bawang dan disimpan di palka kapal ditutupi terpal plastik.

    Tapi, petugas yang telah mengendusnya langsung melakukan penggeledahan dan menemukan puluhan ton bawang merah yang sedianya akan dibongkar di salah satu tangkahan liar di Kota Tanjung Balai, Asahan.

    Kabid Penindakan dan Penyidik Kanwil Bea Cukai Sumut Rizal mengatakan, penindakan terhadap kapal penyelundup bawang dilakukan pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Jumlah bawang merah yang disita pihaknya mencapai 50 ton.

    "Ada 9 awak kapal seorang diantaranya nahkoda diamankan. Rencananya bawang tersebut akan dibawa ke Tanjung Balai," katanya.

    Dari pemeriksaan awal terhadap awak kapal, bawang merah diduga milik pelaku usaha ilegal di Tanjung Balai, Asahan ini usai dibongkar akan didistribusikan ke sejumlah kota di Sumatera Utara, termasuk Medan.

    "Guna memuluskan aksinya, pelaku memanfaatkan pelabuhan kecil yang jarang terpantau. Pun begitu, kita tetap akan memperketat pengawasan di perairan khususnya Asahan," kata Rizal. (TT/int)


    TobaTimes, Medan - Pahala Nababan (31) yang kost di Dusun IV, Desa Limau Manis, Kecamatan Tanjung Morawa nyaris dihabisi massa. Perantau asal daerah Pangaribuan, Taput, ini ditangkap massa saat melarikan diri usai mencuri handphone merk Samsung dan sebuah laptop, Rabu (14/12/16).

    Ilustrasi.
    Informasi dihimpun, pagi itu lajang anak kedua dari enam bersaudara membawa tanggok yang ujungnya ditempel jaring menuju rumah Khairunisa (21), warga Dusun I, Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa.

    Melihat situasi masih sepi dan korban masih tidur dalam kamar, pria pengangguran itu memasukkan tanggok lewat jendela kamar korban dan berhasil mencuri HP Android milik korban.

    Berhasil mencuri Android milik korban, Pahala Nababan tak merasa puas dan kemudian menanggok laptop merh Hp yang terletak dekat kaki korban. Namun saat laptop masuk ke dalam tanggok, justru mengenai kaki korban.

    Sontak korban kaget dan terbangun serta berteriak maling. Mendengar teriakan korban, Pahala langsung melarikan diri. Namun korban keluar dari kamar dan mengejar pelaku sambil berteriak maling.

    Warga sekitar pun melakukan pengejaran terhadap Pahala yang berupaya melarikan diri. Tapi usahanya untuk meloloskan diri dari kejaran massa gagal. Karena berkisar ratusan meter dari kediaman korban, Pahala berhasil diringkus massa dan menggebukinya.

    Nasib Pahala dapat tertolong ketika petugas Poslek Tanjung Morawa yang mendapat kabar turun ke lokasi dan mengamankan Pahala ke komando.

    Pahala Nababan mengaku nekad mencuri karena tidak memiliki uang. Menurut residivis kasus pembobolan rumah yang pernah menjalani hukuman selama 1 tahun 6 bulan itu, jika niatnya itu sudah direncanakan dua hari sebelumnya.

    “Aku cerita-cerita di kedai tuak cara mencuri dengan menggunakan tanggok. Aku tidak memiliki pekerjaan dan belum tahu kepada siapa HP android dan laptop itu akan dijual,” sebut mantan napi yang bebas akhir tahun 2009 lalu itu.

    Kapolsek Tanjung Morawa AKP Viktor Siagian didampingi Kanit Reskrim Iptu Roberto Sianturi membenarkan Pahala Nababan diamankan dan masih dilakukan pemeriksaan. (TT/int)


    TobaTimes, Medan - Satu pelaku pencurian mengalami nasib tragis, adalah TS (35) warga Jalan Mulia Rejo, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Sunggal, Deliserdang, Sumatera Utara.

    Ilustrasi.
    Pria yang seharinya bekerja sebagai pengemudi angkutan kota (angkot) ini tewas setelah menjadi bulan-bulanan warga karena ketahuan melakukan pencurian, Minggu (11/12/16) malam.

    Pelaku bersama keempat rekannya dengan mengendarai sepeda motor berboncengan melakukan aksi pencurian kendaraan sepeda motor Honda Supra BK 2720 AFQ warna hitam dari kediaman Yustriani, di Jalan Purwosari, Kecamatan Medan Timur.

    Namun, aksinya diketahui penjaga malam bernama Erwin Mail Sinaga yang sedang melakukan patroli. Pelaku yang mengetahui aksinya telah terlihat penjaga malam bersama rekannya langsung melarikan diri ke arah Jalan Perkebunan.

    Sialnya, saat melintas di jalan itu sepeda motor yang dikendarai oleng karena terjerembab ke dalam lumpur lantaran adanya galian drainase. AKibatnya, pelaku pun terjatuh dari kendaraan.

    Petugas jaga malam yang telah mengikuti pelaku dari arah belakang melihat pelaku terjatuh langsung menghubungi rekannya bernama Sunardi untuk menangkap pelaku. Tak lama, Sunardi pun datang dan kemudian menghampiri pelaku.

    Takut pelaku kembali kabur, Erwin dan Sunardi yang mengendarai sepeda motor langsung memalangkan kendraannya agar pelaku tak dapat kabur. Keduanya kemudian berteriak maling.

    Mendengar adanya teriakan membuat warga beramai-ramai mendatangi lokasi. TS bersama ketiga rekannya berupaya kabur. Apes bagi TS, tak berhasil melarikan diri.

    Warga yang sudah geram dengan perbuatan pelaku tanpa dikomandoi menghakiminya dengan menghajar pelaku hingga babak belur. Diduga akibat banyak kehilangan darah, usai dihakimi masyarakat akhirnya pelaku tewas di lokasi kejadian.

    Personel Polsek Medan Timur yang mendapatkan laporan adanya pelaku maling tewas dihakimi warga dengan cepat mendatangi lokasi. Tak beberapa lama berselang petugas pun membawa jasad pelaku ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan otopsi.

    “Ya benar ada pelaku curanmor yang tewas dihakimi warga setelah aksinya diketahui petugas penjaga malam. Saat ini jasadnya masih berada di RS Bhayangkara,” ujar Kanit Reskrim Polsek Medan Timur, Iptu Ainul Yaqin.

    Dia menyebutkan, dalam aksinya pelaku dibantu tiga rekannya yang kini berhasil melarikan diri. Dari tangan tersangka petugas berhasil mendapatkan barang bukti satu unit sepeda motor Honda Supra x 125 BK 2720 APQ warna hitam, satu unit kunci letter T, satu kunci sepeda motor merek honda.

    “Untuk ketiga pelaku lainnya yang berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran petugas. Dalam kasus pencurian itu telah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mengetahui aksi pencurian tersebut,” tukasnya. (TT/int)

     

    Ilustrasi.

    TobaTimes, Medan - Pertumbuhan peredaran uang yang masuk di Sumatera Utara (Sumut) tumbuh dua kali lipat pada tahun ini. Pertumbuhan yang terjadi karena lebih besar yang masuk ketimbang yang keluar.

    Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Sumut Difi A Johansyah mengatakan, berdasarkan data yang ada sejak Januari hingga November 2016, uang yang masuk mencapai Rp27,08 triliun (inflow).

    Sedangkan uang yang keluar (outflow) Rp13,2 triliun. Kondisi ini juga terjadi di provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

    ‘’Dari data tersebut, menunjukkan karakteristik di Sumut lebih banyak uang masuk dibanding uang keluar. Hal ini terjadi kemungkinan karena Sumut dan Sumbar merupakan daerah perdagangan. Jadi, besarnya uang yang masuk banyak berasal dari luar daerah itu sendiri, sehingga rasionya mencapai dua kali lipat,” papar Difi baru-baru ini.

    Dia menuturkan, dari uang yang masuk ke Sumut tersebut tidak semuanya merupakan uang lusuh karena sebagian diproses lagi (sortir). Namun begitu, ia tidak bisa memastikan berapa persentase uang lusuh lantaran cukup sulit menghitungnya. (TT/int)

⬆
Top