,

    Suara.com - Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo menjelaskan kenapa perjuangannya melebar dengan membela bos MNC Group yang juga Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Dia menekankan yang harus dibela bukan hanya satu golongan, tetapi juga setiap orang yang didzalimi rezim penguasa.

    "Nah, itu pun karena ada orang yang sampaikan ke saya. Teman kami mengatakan 'ustadz ini (Hary Tanoe) juga harus ditolong, karena kita kan bukan hanya menolong orang islam saja," kata Sambo di Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).

    Hary Tanoe kini ditetapkan menjadi tersangka oleh Bareskrim Polri dalam kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat kepada Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

    Menurut Sambo, Hary Tanoe merupakan korban politik rezim penguasa atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pilkada Jakarta periode 2017-2022

    "Siapapun yang didzalimi rezim, ya harusnya ditolong juga, diadukan juga ke Komnas HAM. Maka itu kami adukan ke Komnas HAM, jadi aduan tambahan," ujar Sambo.

    Membela Hary Tanoe, kata Sambo, merupakan bagian dari aksi solidaritas terhadap tokoh yang selama ini ikut membantu kelompoknya.

    "Ini sebenarnya bentuk solidaritas saja. Nggak ada hubungan sama kegiatan politik HT (Hary Tanoe). Kami bukan mendukung politik dia. Kami bukan bela membela. Yang kita bela, dia sekarang didzalimi, dia banyak ikut bantu, itu pun karena ada yang sampaikan," ujar Sambo.

    "Nggak ada hubungan yang namanya 'ini kan ustadz bela kafir.' Saya bilang 'kita bukan bela orang kafirnya, siapapun orang kafir didzalimi ya kita harus bela. Kita tidak milah orang. iapapun yang didzalimi penguasa karena kekhalahan Ahok atau balas dendam politik, ya kita bikin aduan," Sambo menambahkan.

    Sambo berharap setelah diadukan, Komnas HAM membentuk tim investigasi.

    "Pembelaan kita hanya sebatas pengaduan ke Komnas HAM. Supaya Komnas HAM membentuk tim investigasi juga. Sebagaimana yang mereka lakukan kepada orang yang dikriminalisasi lainnya," Sambo menambahkan.

    taken from http://www.suara.com/news/2017/07/14/233601/alumni-212-siapapun-orang-kafir-didzalimi-ya-kita-harus-bela

    ,

    Pewarta: Alfian Rumagit Dokumentasi masyarakat Dusun Yakyu, Merauke, Papua, di garis perbatasan Indonesia-PNG, mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2016. Upacara pengibaran bendera Merah Putih itu digagas Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar TNI/Batalion Infantri 407-Padmanegara, Letnan Kolonel Infantri Abi Kusnanto. (Batalion Infantri 407/Padmanegara) Jayapura, Papua (ANTARA News) - Prajurit TNI AD yang bertugas menjaga perbatasan Indonesia-Papua New Guiena dari Batalion Mekanis 521/QY memberikan penyuluhan hukum kepada aparatur pemerintah kampung, distrik dan para tokoh masyarakat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat.

    Penyuluhan hukum ini disampaikan Perwira Hukum Pengamanan Perbatasan Indonesia-PNG Markas Besar TNI/Batalion Mekanis 512-QY,  Kapten CHK Bahrudin, yang dihadiri Kepala Distrik Senggi, Ferdinan Maruweri, para anggota Komando Rayon Militer setempat dan Polsek Senggi.

    Bahrudin menyampaikan pemahaman dan penerapan hukum dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

    Dia juga menyampaikan materi pelanggaran hukum yang pernah terjadi di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. 

    Dia menjelaskan proses penyelesaiannya serta menyampaikan tentang efek, kerugian atau sanksi bagi pelanggar hukum. Maruweri mengucapkan terima kasih dan penghargaannya atas sumbangsih pemahaman hukum dari personel TNI AD dan tim yang menjaga perbatasan Indonesia-PNG itu. 

    Editor: Ade Marboen

    COPYRIGHT © ANTARA 2017

    taken from http://www.antaranews.com/berita/640387/personel-tni-ad-beri-penyuluhan-hukum-kepada-warga-perbatasan

    ,

    Gunung Sinabung muntahkan abu vulkanik Jumat 14 Juli 2017. --MTVNBudi--

    Metrotvnews.com, Karo: Gunung Sinabung kembali erupsi, Jumat 14 Juli 2017. Gunung itu memuntahkan abu yang menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang dihujani abu.

    "Sibolangit diguyur abu vulkanik. Abunya sangat tebal,” ujar Camat Sibolangit Amos Simanungkalit, Jumat 15 Juli 2017.

    Dijelaskan olehnya, abu vulkanik tersebut turun hingga ke wilayah Sibolangit karena hembusan angin yang sangat kencang. Angin tersebut membawa abu vulkanik dari Gunung Sinabung sampai ke Sibolangit yang jaraknya berkisar 50 kilometer.

    “Padahal jaraknya jauh, sekitar 50 kilometer, satu jam juga kalau dihitung dari Sinabung ke Sibolangit. Mungkin karena angin kencang, jadi terbawa kemari,” jelasnya‎.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo Natanail Perangin-angin mengatakan, erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tadi tidak berdampak terhadap aktivitas di Kota Berastagi.

    “Di Berastagi tidak ada laporan terdampak abu, aktivitas normal,” kata Natanail singkat. 

    (ALB)

    taken from http://sumatera.metrotvnews.com/peristiwa/GKdgy6pk-sibolangit-diguyur-abu-vulkanik-gunung-sinabung

    ,

    Jum'at, 14 Juli 2017 | 18:40 WIB

    Ketua DPR Setya Novanto (tengah) memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 14 Juli 2017. Nama SetyaNovanto sendiri muncul dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR disambut teriakan seratusan mahasiswa Universitas Indonesia yang tengah berunjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta, Jumat, 14 Juli 2017. Teriakan itu ditujukan ke arah mobil Toyota Fortuner hitam yang dinaiki Setya begitu ketua umum Golkar ini keluar dari dalam gedung setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP.

    Setya berada dalam mobil bernomor B 1732 ZLO bersama Sekjen Partai Golkar Idrus Marham.

    Setya Novanto Diperiksa untuk Tersangka E-KTP Andi Narogong

    Novanto keluar dari gedung KPK pukul 15.15. Belasan wartawan berdesakan berusaha menanyakan poin-poin pemeriksaan Novanto dan mengambil gambar politikus Golkar tersebut. Namun ia irit bicara. “Ya, seperti fakta dalam persidangan saja,” kata dia.

    Langkah Novanto dan Idrus berkali-kali tercegat ketika wartawan berusaha menempel dan mencecarnya dengan pertanyaan. Ia mengaku tak ingat jumlah pertanyaan penyidik dalam pemeriksaan itu. “Hanya sedikit saja,” kata dia.

    Novanto dan Idrus mendapat pengawalan agar bisa memasuki mobil. Begitu mobil yang ditumpangi Novanto keluar, rombongan pengunjuk rasa berlari berusaha mencegat mobil tersebut. Sejumlah petugas keamanan dan polisi pun menghadang para demonstran.

    Pemeriksaan terhadap Novanto sebagai saksi atas tersangka pengusaha Andi Narogong dalam kasus korupsi e-KTP bertepatan dengan unjuk rasa menolak pembentukan Pansus Hak Angket KPK oleh DPR, yang dilakukan mahasiswa UI. Sementara pemeriksaan dilakukan sekitar 5 jam.

    Dalam orasinya, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI Muhammad Syaeful Mujab dengan lantang menyatakan pihaknya menolak atas hak angket yang digulirkan DPR ke KPK. Mereka juga menuntut DPR menghentikan hak angket dan membubarkan panitia khusus hak angket. “Kami menolak tegas upaya pelemahan KPK,” ujar dia.

    Dalam perkara ini, diduga terlibat ikut memuluskan proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun. Ketua Umum Partai Golkar itu menjadi saksi dari tersangka Andi Narogong. KPK masih terus mengusut pihak-pihak yang diduga terlibat dalam proyek yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun.
    DANANG FIRMANTO

    taken from http:https://www.tempo.co/read/news/2017/07/14/063891514/Usai-Diperiksa-KPK-Setya-Novanto-Diteriaki-Mahasiswa-UI

    JAKARTA, JITUNEWS.COM - Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat belum memutuskan nama untuk Simpang Susun Semanggi. Rencananya nama untuk Simpang Susun Semanggi akan diputuskan dalam rapim nanti. 

    "Ini nanti kami usulkan usulan-usulan dari teman-teman di rapim. Untuk kita putuskan dalam putusan gubernur," kata Djarot di Balai Kota, Jumat (14/7).

    Secara pribadi, Djarot tetap menginginkan nama Simpang Susun Semanggi tidak dirubah, sesuai dengan nama yang dirancang oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

    "Kalau saya pribadi nih. Saya pribadi nih yah. Namanya tetep nama Simpang Susun Semanggi. Karena itu sejak awal Pak Ahok merancang namanya adalah Simpang Susun Semanggi," kata Djarot.

    Bahkan, Djarot pernah mengatakan ada usulan nama menjadi Simpang Baja Semanggi. Badja sendiri adalah nama singkatan dari Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat saat Pilkada DKI dulu. Namun, Djarot sendiri tidak ingin ada persepsi macam-macam jika menggunakan nama tersebut.

    "Sehingga tidak ada lagi persepsi yang macam-macam yah. Kan repot yah, padahal benar (terbuat dari Badja), tapi dipersepsikan macam-macam," lanjutnya.

    "Jadi, supaya sesuai dengan apa yang dirancang sejak awal yang kami diskusikan dengan Pak Ahok untuk membangun itu penamaannya memang Simpang Susun Semanggi," ujar Djarot.

    Penulis : Aurora Denata taken from http://www.jitunews.com/read/62210/tidak-ingin-ganti-nama-simpang-susun-semanggi-djarot-pak-ahok-merancang-namanya

    Presiden Jokowi berfoto bersama para ulama peserta Halaqah Nasional Alim Ulama Majelis Dzikir Hubbul Wathon, di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/7) malam. (Foto: OJI/Humas)

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh umat Islam Indonesia untuk kembali kepada semangat ta’awun, semangat bekerja sama, semangat saling tolong-menolong dalam segala aspek kehidupan dalam semua aspek kehidupan untuk mewujudkan Indonesia yang maju, Indonesia berdaulat, Indonesia yang bermartabat, Indonesia yang berkepribadian, Indonesia yang adil, dan makmur.

    “Kita harus pegang komitmen kebangsaan kita. Tidak boleh lagi diantara kita ada yang mempunyai agenda lain, ada yang mempunyai agenda politik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan untuk meruntuhkan NKRI yang berbhineka Tunggal Ika,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Halaqah Nasional Alim Ulama Majelis Dzikir Hubbul Wathon, di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/7) malam.

    Mengulang penegasan yang disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin,

    Presiden menegaskan, tidak boleh lagi di antara kita ada yang memiliki agenda mengganti negara kita  dengan sistem pemerintahan dan kenegaraan yang bertentangan dengan Pancasila.

    Beruntung Miliki Pancasila

    Sebelumnya pada bagian awal pidatonya, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa Indonesia adalah negara besar, yang memiliki 17.000 pulau, 714 suku yang berbeda-beda, 1.100 lebih bahasa lokal, dan 516 kabupaten dan kota dan 34 provinsi..

    “Negara kita ini besar sekali. Inilah anugrah Allah yang diberikan kepada negara kita,” ujar Presiden Jokowi.

    Inilah, menurut Kepala Negara, Inilah yang akhir-akhir ini para presiden, Perdana Menteri, dan raja menyampaikan Indonesia bisa dijadikan rujukan, menjadi contoh, menjadi model bagi negara-negara lain.

    “Jadi kalau ada beragamnya seperti itu kalau ada gesekan dikit-dikit ya nggak apa-apalah. Namanya orang hidup. Kalau lurus- lurus kan enggak menarik. Bergesekan tapi dikit-dikit, jangan sampai  melebar ke mana-mana,” tutur Kepala Negara.

    Kepala Negara meyakini, kerukunan persatuan atas keberagaman yang ada di negara kita, kekaguman dunia pada kerukunan Indonesia, terjadi karena kemampuan umat Islam Indonesia dalam menerapkan Islam yang rahmatan lil alamin. Bukan hanya diucapkan tetapi di implementasikan/ dilaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari.

    Karena itu, Presiden Jokowi berharap para ulama terus berperan aktif menuntun umat pererat tali silaturahim, mempererat kerukunan, bukan hanya kerukunan antara umat Islam sendiri, bukan hanya ukhuwah Islamiyyah kita tetapi juga ukhuwah wathoniyah kita dan lebih besar lagi ukhuwah basyariyah, sehingga, antara anak-anak bangsa dalam semangat persaudaraan, dalam semangat kerukunan, dalam semangat persatuan.

    “Karena sudah menjadi kodrat bangsa Indonesia untuk selalu ditantang dalam mengelola keberagaman ini, dalam mengelola  kemajemukan kita, dalam mengelola kebhinekaan kita,” sambung Presiden.

    Presiden setujui dengan pernyataan Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin, bahwa kita beruntung memiliki Pancasila, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, yang menjadi panduan kita bersama dalam menjalani langkah dalam menempuh perjalanan sejarah sebagai sebuah bangsa yang majemuk, bangsa yang beragam.

    Ia menegaskan, Pancasila dengan Islam bukan untuk dipertentangkan, bukan pula untuk dipisahkan. “Pancasila itu dasar negara, sekali lagi, Pancasila itu dasar negara, Islam itu akidah yang harus kita pedomani,” tutur Kepala Negara.

    Acara Halaqah Nasional Alim Ulama bertemakan  Memperkokoh landasan ke-Islam-an nasionalisme Indonesia itu dihadiri sejumlah ulama, di antaranya Ketua Umum MUI KH Prof Dr Ma’ruf Amin, Ketua Umum PBNU Prof Sa’id Agil Siradj, KH Maimun Zubair, Kyai Miftahul Akhiyar, Kyai Anwar Mansur, dan Tuan Guru Turmudzi.

    Sementara Presiden Jokowi pada kesempatan itu didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Iriawan. (FID/OJI/ES)

    taken from http://setkab.go.id/ajak-ke-semangat-taawun-presiden-jokowi-jangan-ada-agenda-politik-runtuhkan-nkri/

    Presiden Joko Widodo menginginkan tidak ada lagi kelompok yang memiliki agenda lain untuk meruntuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengganti sistem pemerintahan yang bertentangan dengan Pancasila. Berikut informasinya dirangkum tim redaksi Radio Elshinta. Your browser does not support the audio element. taken from http:https://elshinta.com/news/113963/2017/07/14/presiden-jokowi-jangan-ada-lagi-kelompok-ingin-runtuhkan-nkri

⬆
Top