,

    Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurrahman

    TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Pelaksana Tugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi (Plt Kadis LH Cimahi), Ade Ruhiyat mengaku baru mengetahui dari media, soal adanya warga di Kampung Cibodas Campaka RT 02/09, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, yang terpapar debu batubara sisa pembakaran pabrik.

    Padahal, warga di kampung itu sudah terpapar debu batubara selama sebulan terakhir. Warga pun mengaku menderita karena harus menghirup udara kotor sehingga sehari-hari terpaksa harus memakai masker.

    "Belum ada laporan, kalau bisa warganya bikin surat agar kita bisa cek ke lapangan untuk dilakukan uji lab," ujar Ade, saat dihubungi Tribun Jabar, melalui sambungan telepon, Jumat (14/7/2017).

    Batal Cerai, Ibnu Jamil Terlihat Jalan Bareng Eks Model Majalah Dewasa yang Kini Tinggal di Jerman https://t.co/TewiNGgVIP via @tribunjabar

    — Tribun Jabar (@tribunjabar) July 14, 2017

    Menurut Ade, berdasarkan hasil laporan dari setiap pabrik kepada Dinas Lingkungan Hidup, pihaknya belum menemukan adanya kebocoran cerobong pembuangan asap pembakaran batubara dari pabrik di sekitar lokasi tersebut.

    "Kalau dari hasil laporan yang berkala itu selama ini belum ada, makanya perlu ada laporan masyarakat atau pengaduan agar kami bisa melakukan pengecekan langsung," kata Ade.

    Heboh! Kisah Seorang Polisi Rela Membayar Tagihan Rumah Sakit Korban Kecelakaan https://t.co/QuX8qucYuQ via @tribunjabar

    — Tribun Jabar (@tribunjabar) July 14, 2017

    Penulis: Nazmi Abdurrahman Editor: Ichsan Sumber: Tribun Jabar taken from http://jabar.tribunnews.com/2017/07/14/plt-kadis-lh-cimahi-baru-tahu-ada-warga-terpapar-debu-batubara-dia-pun-minta-warga-buat-laporan

    Laporan Wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

    TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Popong Otje Djundjunan atau Ceu Popong terlihat kesal ketika lagu nasional Indonesia Raya dinyanyikan, namun masih banyak orang yang beraktifitas saat Deklarasi Anti Radikalisme, Jumat (14/7/2017).

    Nyanyian Lagu Indonesia Raya terpaksa diulang karena Ceu Popong memprotes orang-orang semisal wartawan yang terus mengambil foto saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

    "Mohon maaf saya harus bilang kepada semua orang di sini, jika sedang menyanyikan lagu Indonesia Raya semua orang berdiri tegap sambil ikut bernyanyi," ujar Ceu Popong sambil mengambil pengeras suara.

    Ceu Popong menambahkan aturan dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya diatur oleh undang-undang sehingga semua orang di Indonesia harus menaatinya.

    Hasil Survei: Ridwan Kamil Cocok Berpasangan dengan Dedi Mulyadi https://t.co/xmwy2n5iXB via @tribunjabar

    — Tribun Jabar (@tribunjabar) July 14, 2017

    Berkat tindakan Ceu Popong ini, akhirnya seluruh peserta dan juga narasumber kembali menyanyikan lagu Indonesia Raya.

    Deklarasi Anti Radikalisme ini dihadiri oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Perguruan Tinggi, Menteri Komunikasi dan Informasi, Sestama Badan Nasional Penanggulangan Teroris, Rektor Unpad, dan Gubernur Jawa Barat.

    Penulis: Rezeqi Hardam Saputro Editor: Jannisha Rosmana Dewi Sumber: Tribun Jabar taken from http://jabar.tribunnews.com/2017/07/14/gara-gara-ceu-popong-lagu-indonesia-raya-harus-diulang

    Laporan wartawan Tribun Jabar, Rezeqi Hardam Saputro

    TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Bagi yang ingin tahu bagaimana perjalanan presiden pertama Republik Indonesia di Bandung, silahkan bergabung dengan Komunitas Aleut.

    Irfan Teguh Pribadi selaku Koordinator Literasi Komunitas Aleut mengatakan komunitas ini memiliki kegiatan mengulas sejarah, termasuk jejak Soekarno di Kota Bandung.

    "Kami mempunyai kegiatan semacam napak tilas jejak Presiden Soekarno di Bandung, dimulai dari beliau kuliah di ITB hingga akhirnya menjadi orang hebat," ujar Irfan kepada wartawan Tribun Jabar di Kedai Preanger Jalan Solontongan Bandung, Senin (10/7/2017).

    Irfan mengatakan kegiatan ini tidak hanya mengunjungi tempat-tempat yang pernah disinggahi Soekarno, namun selalu ada diskusi di setiap tempat tersebut.

    "Di setiap tempat akan ada seorang guide dari komunitas kami yang akan memberikan penjelesan mengenai jejak Soekarno, jadi kami tidak hanya mengunjungi tapi juga belajar," ujar Irfan.

    Irfan menambahkan kegiatan mengitari jejak Soekarno di Kota Bandung dimulai dari Gedung Majestic, Gedung Merdeka, Pendopo Kota Bandung, Rumah Ibu Inggit, Jalan Kasim, Hotel Preanger, Penjara Banceuy, Javavem Masjid Persis dan Gedung Indonesia Menggugat.

    Irfan juga menjelaskan Komunitas Aleut tidak hanya membahas jejak Soekarno, tapi juga membahas semua sejarah Kota Bandung.

    Untuk bergabung dengan komunitas ini caranya mudah, cukup membayar Rp 15 ribu.

    Kegiatan mengulas sejarah ini dilakukan setiap hari Minggu.

    Penulis: Rezeqi Hardam Saputro Editor: Jannisha Rosmana Dewi Sumber: Tribun Jabar taken from http://jabar.tribunnews.com/2017/07/13/mengitari-jejak-soekarno-di-bandung-bersama-komunitas-aleut

    Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

    TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Membludaknya bakal calon siswa yang mendaftar di berbagai SMAN di Kota Bandung, berbanding terbalik dengan peminat di beberapa sekolah di Kabupaten Bandung Barat.

    Hal itu diungkapkan Iwan Hermawan, Koordinator Tim Pemantau PPDB 2017 Provinsi Jawa Barat.

    "Ini di Kabupaten Bandung Barat justru kekurangan siswa," ujarnya kepada Tribun Jabar, Rabu (12/7/2017).

    Beberapa sekolah yang kekurangan jumlah siswa adalah SMAN Cikalong, SMAN Ngamprah, SMAN Cipeundeuy, SMAN Cipatat, SMAN Cipongkir, SMAN Gununghalu, dan SMAN Rongga.

    "SMAN Cikalong sekitar kurang 20 orang dari kuota. SMAN Ngamprah sekitar kurang 60-an. SMAN Cipeundeuy kurang 80-an SMAN Cipatat kurang 40-an. SMAN Cipongkir, SMAN Gununghalu dan SMAN Rongga kekurangan siswa," ujarnya.

    Sumpah Bella Shofie Jadi Nyata, Benarkah Ini Alasan Gracia Indri dan David Noah Bercerai? https://t.co/7bKGbIHGN4 via @tribunjabar

    — Tribun Jabar (@tribunjabar) July 12, 2017

    Ia menduga banyak anak jaman sekarang ingin merasakan sekolah di daerah perkotaan.

    Kemungkinan lainnya, kata Iwan adalah kurangnya fasilitas di sekolah-sekolah tersebut.

    "Ya bisa karena ingin merasakan sekolah di kota, bisa karena merasa sekolah di kota lebih bagus, " kata Iwan.(*)

    Penulis: Theofilus Richard Editor: Dedy Herdiana Sumber: Tribun Jabar taken from http://jabar.tribunnews.com/2017/07/12/sekolah-menengah-atas-di-kabupaten-bandung-barat-kurang-peminat

    Laporan wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

    TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Tim Gegana Brimob Polda Jabar bersama dengan Tim Inafis menggeledah rumah seorang warga yang diduga teroris di kawasan Caringin, Kelurahan Margahayu Utara Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Rabu sore (12/7/2017).

    Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, puluhan pasukan diturunkan untuk menyisir sejumlah titik di sekitar rumah terduga teroris.

    Pasukan tiba pada pukul 16.34 WIB di lokasi.

    Diberitakan, bom panci hasil rakitan Agus Wiguna meledak sebelum waktunya, di dalam kamar kontrakannya, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu sore, 8 Juli 2017.(*)

    Editor: Ravianto Sumber: Tribun Jabar taken from http://jabar.tribunnews.com/2017/07/12/breaking-news-gegana-dan-inafis-geledah-rumah-terduga-teroris-di-babakan-ciparay


Top