TobaTimes, Jakarta - Perekonomian tahun depan masih dipengaruhi beragam risiko. Mulai pemulihan ekonomi negara maju berjalan lambat, kenaikan suku bunga The Fed, laju ekonomi negara berkembang (emerging market) lesu akibat rebalancing ekonomi Tiongkok.

    Kelapa sawit.
    Faktor lain adalah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) di bawah kendali Donald Trump.


    Penilaian itu disampaikan PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). ”Peningkatkan volatilitas pasar dan harga komoditas anjlok menambah buruk suasana,” terang Presiden Direktur Pefindo Salyadi Saputra.

    Namun Pefindo memprediksi, sejumlah sektor akan membaik tahun depan. Misalnya sektor perkebunan kelapa sawit. Itu didasari permintaan produk CPO dan turunannya untuk sektor barang konsumsi masih akan bertumbuh.

    Sektor konstruksi juga stabil. Itu didukung ekspektasi lonjakan permintaan didorong rencana peningkatan belanja pemerintah untuk infrastruktur.

    ”Sektor properti akan penuh tantangan sejalan penurunan permintaan. Leverage tinggi sektor properti karena utang besar untuk mendanai penyelesaian proyek dan penjualan lebih rendah dari ekspektasi,” tegas Syalyadi.    

    Bagaimana dengan perbankan? Pefindo optimistis perbankan akan mengalami pemulihan. Pefindo juga menempatkan perusahaan pembiayaan (multifinance) masih cukup stabil.

    Itu karena ekspektasi pertumbuhan pembiayaan kendaraan bermotor sejalan lonjakan tingkat konsumsi dan penurunan suku bunga. (TT/int)


    TobaTimes, Jakarta - Sebuah hasil survei dirilis Jobplanet tentang daftar perusahaan terbaik di Indonesia, serta daftar perusahaan yang paling diminati di Indonesia selama Tahun 2016. 

    Ilustrasi.
    Daftar itu disusun berdasarkan riset serta survei yang dilakukan melalui situs Jobplanet.com selama bulan November 2015 hingga Oktober 2016. Riset ini melibatkan 470.000 orang karyawan perusahaan yang juga merupakan pengguna Jobplanet yang tersebar seluruh Indonesia sebagai responden, serta 43.200 perusahaan sebagai sampel.

    Daftar Perusahaan Terbaik 2016 yang disusun oleh Jobplanet berisi perusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat kepuasan karyawan tertinggi, baik secara keseluruhan ataupun berdasarkan penilaian terhadap aspek-aspek pekerjaan tertentu.

    Semua penilaian terhadap perusahaan dilakukan oleh karyawan melalui situs Jobplanet.com. Dengan begitu, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut dinobatkan secara langsung oleh para karyawan mereka sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja.

    Jobplanet mengelompokkan perusahaan-perusahaan terbaik tersebut ke dalam beberapa kategori berdasarkan jenis perusahaan. Di antaranya berdasarkan korporasi serta berdasarkan penilaian karyawan terhadap gaji dan tunjangan.

    "Sebagai one-stop portal bagi pencari kerja, Jobplanet ingin menyediakan informasi yang menyeluruh bagi karyawan dan pencari kerja untuk membantu mereka meraih karier yang lebih baik. Kehadiran Jobplanet juga diharapkan dapat membantu perusahaan dalam mengukur kualitas dan tingkat kepuasan karyawan mereka,” ujar Kemas Antonius, Chief Product Officer Jobplanet di Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/12/16). (TT/int)

    Daftar Perusahaan Terbaik 2016 versi Jobplanet:

    1. PT Chevron Pacific Indonesia (4,32)
    2. Bank Indonesia (4,31)
    3. PT Pertamina (4,26)
    4. PT Freeport Indonesia (4,23)
    5. PT Astra International Tbk (4,16)
    6. PT Unilever Indonesia Tbk (4,15)
    7. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (4,14)
    8. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (4,11)
    9. PT HM Sampoerna Tbk (4,05)
    10. PT Net Mediatama Indonesia (4,04)
    11. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) (4,04)
    12. PT Toyota Astra Motor (4,03)
    13. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) (4,02)
    14. PT Kereta Api Indonesia (4,02)
    15. PT Pamapersada Nusantara (4,01)

    Daftar Perusahaan Terbaik 2016 dengan Tingkat Gaji Tertinggi:

    1. PT Chevron Pacific Indonesia (4,23)
    2.PT Toyota Astra Motor (4,16)
    3. PT Freeport Indonesia (4,15)
    4. PT HM Sampoerna Tbk (4,14)
    5. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (4,14)
    6. PT Pertamina (4,11)
    7. PT Unilever Indonesia Tbk (4,09)
    8. PT Astra International Tbk (4,06)
    9. Bank Indonesia (4,05)
    10. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) (4,02)


    TobaTimes, Jakarta - Singapura menjadi mitra strategis Indonesia dalam membangun kawasan wisata Danau Toba. Setelah membuat master plan pembangunan wisata Danau Toba, Negeri Singa itu juga sepakat berinvestasi di danau kebanggan orang Batak ini pada 2017.

    Danau Toba
    "Singapura sepakat berinvestasi di Danau Toba, Borobudur dan Mandalika,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, kemarin.

    Tidak cuma di bidang pariwisata, kata Luhut, RI-Singapura juga bekerjasama di bidang pembangunan gas alam cair (LNG), pembangunan IT park (kawasan informasi dan teknologi), serta pengelolaan sampah di laut menjadi energi listrik. "Kami berharap pada akhir 2017 mendatang, semuanya bisa terealisasi dengan baik,” ujar Luhut.

    Lanjutnya, Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan asing sebanyak 20 juta orang pada 2019. Untuk itu, pemerintah terus melakukan segala upaya mewujudkan target tersebut dengan membangun sejumlah fasilitas pendukung.

    Terkait kerja sama Indonesia-Singapura, juga ada rencana membangun terminal kapal pesiar atau cruise. Terminal ini rencananya akan dibangun di Tanjung Benoa Bali, Palembang, Medan dan Semarang, untuk menjaring sekitar 300 kapal pesiar per tahun.

    Hal itu dilakukan lantaran selama ini kapal-kapal pesiar yang datang ke Indonesia masih sangat minim. Padahal, Indonesia merupakan salah satu destinasi wisatawan asing.

    Luhut menargetkan dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang, setidaknya ada 150 cruise yang masuk ke Indonesia. "Rabu (14/12) mendatang, kami akan mengagendakan rapat terkait rencana pembangunan terminal cruise," imbuhnya.

    Singapura juga sepakat untuk membantu pelatihan pelayanan turis di Indonesia. Untuk pembangunan LNG, kata Luhut, Singapura juga akan melakukan pembangunan pembangkit listrik di wilayah-wilayah pulau-pulau terpencil. Negara itu dinilai memiliki teknologi mumpuni untuk membantu mendorong rasio elektrifikasi di Indonesia.

    Begitupula dengan rencana pembuatan IT park, berupa penerjemahan pusat data. "Rencana pembangunan penerjemahan data center akan dibicarakan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kami akan bicarakan apa yang bisa dipindahkan ke dalam negeri agar lebih banyak pergerakan IT di Indonesia," pungkasnya. (TT/int)


Top