JOMBANG- Kendati jabatan Bupati Jombang kurang satu bulan, tak membuat Ali fikri Bupati Jombang enggan untuk melakukan bongkar pasangan pejabat birokrasinya. Sedikitnya, 67 pejabat baik Eselon II,III dan IV dimutasi massal olehnya, kemarin malam (26/08).
Dalam penyampaian sambutannya, Ali fikri mengatakan, mutasi yang dilakuakan tersebut merupakan bentuk perubahan terhadap kinerja di Birokrasi. Selain itu, mutasi itu juga bertujuan untuk mengisi beberapa jabatan yang kosong, dan mempermudah pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang dalam menyelesikan beberapa agenda.
”Dalam waktu yang singkat ini, kita harus menyelesaikan diantaranya adalah Pembahasan PAK, Agenda Ramadhan dan menghadapi pilgub putaran kedua serta pelantikan bupati terpilih,” Ujar Ali fikri yang juga ketua DPD PAN Jombang.
Ali fikri menambahkan, bagi pejabat yang baru menempati posisinya, diharuskan untuk saling berkomunikasi dengan jajaran dibawahnya. Selain itu, masih dalam penjelasannya, mutasi tersebut bukan semata-mata momok dalam pekerjaan, melainkan dijadikan sebagai sarana untuk bekerja yang lebih baik.
”Dengan adanya mutasi ini, para pejabat dapat menyegarkan dengan suasana yang baru,” sambungnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, orang nomor satu di Jombang itu menyampaikan pesan, bahwa sangat diperlukan peningkatan pemberdayaan staf dan yang terpenting adalah membangun komunikasi dan koordinasi antara Kabid dan Kasi yang lebih baik.
"Menghadapi bulan ramadhan, kita harus mengantisipasi kenaikan harga-harga kebutuhan pokok,"katanya di hadapan para pejabat seusai pelantikan di Ruang bung Tomo Pemkab Jombang.
Sementara itu, diketahui beberapa pejabat yang mengalami perubahan, diantaranya, Drs Chilmi yang sebelumnya duduk di Kabag Sosial kali ini sebagai Camat Plandaan menggantikan Supadil. Kemudian Sujoto, Msi yang sebelumnya sebagai Kakan Satpol PP, kini kembali ke 'rumah lama' sebagai Kadis Perhubungan. Sedangkan untuk Kadis Indagkop, setelah di tinggal oleh Ja’far Jazuli yang pensiun, kini di isi oleh Sunarjo, MSi yang sebelumnya Asisten III Setdakab Jombang. Kemudian, Drs Muhdhlor yang sebelumnya sebagai Sekcam Kecamatan Tembelang, kini menjabat sebagai camat Ngusikan.
Posisi Asisten III Setdakab Jombang ditempati oleh Drs Mahmud yang sebelumnya sebagai Kadis Lingkungan Hidup. Sedangkan posisinya, digantikan oleh Nawi yang sebelumnya sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) di Badan Perencanaan pembangunan Daerah (BAPEDDA). sedangkan Purnama Aji yang sebelumnya menjabat sebagai KTU di Dinas Perhubungan, menduduki jabatan sebagai Kakan Satpol PP. Selain posisi Kepala Dinas juga dilakukan beberapa pergantian di lingkup Camat, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Kepala Seksi, Kepala UPTD, Kepala Sub Bagian juga Sekretaris Kelurahan. (Zen)
Dewi Persik yang terkenal dengan penampilan Vulgar, saat tampil acara musik Dangdut di Jakarta./ Foto.JPJakarta - Pencekalan terhadap para artis seronok dan vulgar sepertinya masih akan terus berlanjut. Para artis tersebut diharamkan tampil di Istana Negara. Hal ini disampaikan oleh SBY dalam sebuah dialog di Hotel Paray Pangkal Pinang, Minggu (3/8) lalu.
SBY menuturkan, artis-artis seronok dan vulgar dilarang memasuki Istana. Ini terkait dengan maraknya sensualitas di panggung-panggung dan layar kaca oleh sejumlah artis belakangan ini..
Juru bicara Presiden Andy Malarangeng saat berbicara disalah tayangan TV swasta menuturkan, “Istana tepatnya untuk hal-hal yang baik dan tidak menimbulkan kontroversi. Ada tempat atau panggung lain bagi para artis untuk melakukan kontroversi.”
Pernyataan sang pemimpin negara ini adalah wujud kegelisahannya atas begitu maraknya penampilan seronok yang dilakukan para artis di sejumlah daerah hingga berbuntut pencekalan, terutama yang telah banyak dialami oleh Dewi Persik.
Pencekalan ini, salah satunya, ditujukan kepada penyanyi dangdut Dewi Persik (22). Ini karena "aduhainya" tampilan dan sensualitas goyangan penyanyi yang terkenal dengan goyang gergajinya tersebut.
Menanggapi hal ini, Dewi bersikap santai dan tenang. Menurutnya, dia adalah seorang yang fleksibel. “Meski saya doyan mengumbar kemolekan tubuh lewat goyangan erotis dan pakaian minim, saya tetap akan menyesuaikan diri jika mendapat undangan ke Istana”, katanya.
Perempuan yang pernah digosipkan menjalin hubungan dengan Aldy Taher ini siap jika dirinya akan dicekal untuk tampil dengan aksi panggungnya yang khas.
Serentetan pencekalan bahkan pelecehan pernah dialamatkan kepada mantan istri Syaiful Jamil ini. Beberapa waktu lalu, walikota Tangerang mencekal aksi dan dandanan Dewi Persik serta memblokade janda muda ini untuk tidak melakukan “rangsangan” di wilayah kekuasaan sang walikota.
Kasus lain, pada penutupan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bali, Minggu (20/7) lalu, Dewi Persik emoh ketika disuruh telanjang di hadapan para khalayak. Adalah pengusaha kondang Sandiago S Uno yang telah melakukan pelecehan seksual tersebut. pada media cetak yang lainnya, Dewi juga mengaku bahwa permintaan itu telah merendahkan harga dirinya. “Jangan menilai orang dari pakaian, dong! Lagian kalau tampil, saya juga masih dalam batas-batas yang sopan kok," ungkapnya.
Namun, tak hanya Dewi Persik dan Penyanyi dangdut berpenampilan seronok yang dicekal oleh SBY untuk masuk ke Istana, grup band kawakan yang bermarkas di Gang Potlot, Slank, juga mendapat sorotan dari SBY. Menurutnya, penampilan para personil Slank dengan sering tidak memakai kaos saat tampil di atas panggung juga merupakan tindakan seronok. Mereka (personil Slank, red) dinilai tidak menghayati kaedah budaya bangsa Indonesia.
Bisa jadi pencekalan terhadap grup yang digawangi oleh Bim-Bim dan Kaka ini lantaran judul lagu Slank yang pernah menjadi single beberapa waktu lalu, yakni SBY (Sosial Betawi Yoi...). Entah apa, mengapa, dan bagaimana, bisa jadi, di pintu masuk Istana Negara akan ada plang bertuliskan: Artis Seronok/Vulgar? Iiiiihhhh,… Gak Banget!!!. (zen/jp)
JOMBANG-Setelah sebelumnya aktifitas kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang kubu Muhaimin Iskandar, dipindahkan ke Pondok Pesantren Al Iskandariyah Desa Denanyar, Kabupaten Kota Jombang, yang disebabkan terjadi penyerbuan yang dilakukan DPC PKB Kubu Abdurrahman Wahid atau Gus Dur karena berkas-berkas pencalegan juga dibakar massa. Kini konflik kedua kubu tersebut terus berlanjut, pasalnya dua tokoh PKB Jombang itu saling berebut kantor kesekretariatan partai.
Hasil informasi yang diterima dari berbagai sumber di Partai Kebangkitan Bangsa, Kantor yang terletak di jalan Adi Sutjipto Denanyar Jombang ini terbagi dua tempat, yakni Pimpinan Halim berada di halaman utara kantor sedangkan Pimpinan Basyaruddin di halaman sebelah barat kantor.
Menurut Halim Iskandar Ketua PKB Kubu Muhaimin yang juga ketua DPRD Jombang mengatakan, pihaknya hanya memandang massa yang kini menempati kantornya bukan kader partai, akan tetapi hanya sebatas tamu yang patus di hormati.
“bagi kita mereka hanya sebatas tamu saja, dan semua orang tahu PKB saya itu yang sah, baik secara hukum maupun secara sosial”singkatnya, saat di hubungi melalui ponsel selulernya.
Secara terpisah ditemui Basyarudin Shaleh ketua PKB Kubu Gus Dur menjelaskan, ia akan menemui kubu Halim untuk melakukan pembicaraan terkait partai guna pemenangan pemilu 2009 mendatang.
“bagi kita yang penting partai di bawah pemimpinan Gus Dur harus tetap besar,”katanya.
Seperti yang diketahui sebelumnya, Konflik ini dipicu dari dualisme kepengurusan DPP PKB. Ketika Muhaimin Iskandar dipecat oleh Gus Dur, DPC PKB Jombang yang dipimpin Abdul Halim Iskandar menolak pemecatan Muhaimin. DPC PKB pimpinan Halim lantas dibekukan kubu Gus Dur, sehingga digelar Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub). Pengurus yang terpilih ditandatangani Ali Masykur Musa dan Gus Dur. Saat Mahkamah Agung memutuskan kepengurusan dikembalikan ke Muktamar Semarang Abdul Halim menolak untuk dibekukan. (Zen)
Jombang –Kendati Saifullah Yusup (Gus Ipul) tidak tidak mendapat undangan secara resmi acara silaturahmi dan pembinaan guru TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) se-Kabupaten Jombang, Nekad datang untuk mencari dukungan terhadap dirinya pada Pilgub Jatim putaran ke dua mendatang.
Hal tersebut dikatakan ketua panitia pelaksana, M Nafiul Huda, SAg, bahwa dalam pelaksanaan kegiatan penataran guru TPQ ini panitia tidak mengundang Gus Ipul, karena acara ini murni pelatihan dan penataran bagi guru TPQ, tidak ada hubungannya dengan politik.
“Ditengah-tengah acara, asisten pribadi Gus Ipul menelepon saya, bahwa Gus Ipul mau datang untuk menyampaikan pesan pada semua peserta penataran,” ujarnya.
Sementara dalam sambutannya, Gus Ipul mengatakan secara terang-terangan meminta bantuan dukungan kepada seluruh peserta yang hadir agar mencoblos nomer lima dalam Pilgub putaran kedua nanti.
“Kulo nyuwun dungo mugi-mugi urusan kulo lancar, syukur-syukur purun nyoblos (Saya minta doa semoga urusan saya lancar, syukur-syukur mau nyoblos),” Pinta Gus Ipul dalam sambutannya di hadapan peserta yang hampir sekitar 300 orang.
Selain mengajak para guru ngaji untuk memilih dirinya, mantan menteri kabinet bersatu ini juga menggratiskan seluruh biaya administrasi penataran tersebut. “saya harap panitia untuk mengembalikan uang yang sudah dibayar oleh peserta,” pungkasnya.
Mendengar sambutan tentang anjuran Gus Ipul tersebut, kembali Nafiul Huda memberikan komentar, bahwa panitia akan segera mengembalikan uang pendaftaran peserta sebesar Rp.25.000/ orang yang sudah melakukan pembayaran.
“kami akan mengembalikan uangnya nanti sekitar jam tiga sore selesai acara, untuk kebutuhan pelaksanaan kegiatan ini sudah ditanggung sama Gus Ipul,” katanya lagi (Zen)
Dalam Pelaksanaan Pilihan Gubernur Jawatimur 23 Juli lalu, hasil perolehan suara yang di dapat masing-masing calon diketahui :
1 Pasangan Khofifah IP-Mujiono (KA-JI)
memperoleh 24,82 persen atau sebanyak 4.223.089 suara
2 Pasangan Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR)
memperoleh 21,18 persen atau sebanyak 3.605.106 suara
3 Pasangan Soenaryo-Ali Maschan (SALAM)
memperoleh 19,34 persen atau sebanyak 3.290.448 suara
4 Pasangan Achmadi-Suhartono (ACHSAN)
memperoleh 8,21 persen atau sebanyak 1.397.291 suara
5 Pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa)
memperoleh 26,43 persen atau sebanyak 4.498.332 suara
Jumlah Suara sebanyak 17.014.266 suara
Suara Tidak sah sebanyak 895.056 suara
sumber data : KPU Provinsi Jawatimur
+yang+unggul+dalam+pemilihan+bupati+Jombang.jpg)
Jombang, AWAS !!
Komisi Pemilihan Umum Daerah Jombang telah mengumumkan hasil penghitungan perolehan suara secara manual, dan menetapkan pasangan Suyanto-Wijono (ToNo) sebagai pemenang pada Pilkada 23 Juli kemarin, di gedung media center KPUD Jombang, Kamis (31/07) kemarin.
ToNo yang di usung dari partai PDIP dan didukung PPP tak terkalahkan, dan mendapatkan suara terbanyak setelah perolehan suaranya jauh meninggalkan pasangan lainnya. Yakni Pasangan Nyono-Halim yang diusung dari partai Golkar,PKS, PKB. Dan pasangan Soeharto-Mudjib (HaruM) yang diusung dari Partai Demokrat dan partai non parlemen.
Ketua Pokja pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Jombang Medan Amrullah menjelaskan perolehan suaraa pasangan Nyono Suherly-Halim Iskandar sebanyak 241.678 suara. Pasangan Suharto-Mujib Mustain (HaruM) mendapatkan 36.781 suara. sedangkan pasangan Suyanto-Widjono mendapatkan 353.255 suara. Jumlah suara yang tidak sah sebanyak 48.937 suara.
“Jumlah keseluruhan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jombang sebanyak 961.945 dan yang tidak hadir (Golput) sebanyak 281.293 suara atau bekisar 30%, tutur Medan dalam Konferensi Pers di ruang KPUD Jombang.
Masih dalam penjelasan Medan, bahwa KPUD mempunyai waktu sekitar tiga hari melakukan pemeberitahuan penetapan Hasil Pilkada ke DPRD Jombang, selanjutnya DPRD akan mengusulkan kepada Gubernur untuk segera melakukan pelantikan.
“untuk pelantikan Bupati Jombang yang terpilih tanggal 24 September mendatang”,katanya.
Dari pengumuman hasil penghitungan suara, Medan juga mengatakan KPUD Jombang bersedia menerima komplain dan gugatan dari masyarakat tentang penghitungan suara yang dilakukan KPU.
“kami siap menerima gugatan hasil Pilkada ini, dan saya kira itu sudah jalur hokum dan sangat kita hormati” lanjut orang yang mengaku pernah beberapa kali mendapat teror sms dari orang yang tidak dikenalnya.
Sementara itu, Hasil kemenangan incumbent Suyanto dalam pilkada Jombang ini, dikatakannya Bahana bela tim pemenangan ToNo merupakan hasil pilihan rakyat, dan menandakan demokrasi di Jombang sudah berjalan dengan baik, dirinya juga yakin bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan dari calon dukungannya.
“Kami sudah memprediksikan sebelumnya, pasangan pak Yanto (Suyanto,red) akan menang dalam pilkada ini”,ujar Bella yang juga Fraksi dari PDIP DPRD Jombang.
Seperti yang diketahui, Dari data yang ada dijelaskan, dari Jumlah 21 Kecamatan sebanyak 2029 TPS yang ada di Jombang, pasangan ToNo menang di 19 Kecamatan sedangkan Nyono-Halim di 2 Kecamatan. Untuk pasangan HaruM hanya memenangkan di beberapa desa saja. (zen)
Top 5 Popular of The Week
-
TobaTimes - Sungguh gila dan memprihatinkan. Pergaulan siswa SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, semakin liar. Mereka tak segan-segan berbua...
-
Anjaam (1994) Movie Mp3 Songs Badi Muskil Hai_Anjaam Download Barson Ke Bad_Anjaam Download Channe Ke Khet Main_Anjaam Download...
-
TobaTimes - Seorang gadis remaja yanga bahenol berusia 15 tahun, dicabuli DD (30), seorang mandor sebuah perusahaan perkebunan di Desa Mend...
-
Berikut ini Adalah Biodata Fraser Forster Lengkap, Penjaga gawang Timnas Inggris, biodata-artisidolaFraser Forster Biografi Fraser Forster � Lahir di kota Hexham, Inggris, tepatnya pada tanggal 17 Maret 1988. Fraser sendiri adalah seorang ...
-
Diduga disekap majikannya JOMBANG – Persoalan Tanaga Kerja Indonesia (TKI) tak ada habisnya, Kali ini menimpa Dewi Fitri (21) warga Dusun Ge...
-
Sinopsis Pangako Sa’yo (Janjiku) MNCTV - Kisah Pangako Sa’yo berawal dari Amor de Jesus yang merupakan mahasiswi keperawatan yang bermimpi m...
-
Beberapa pasangan dapat hamil dengan mudah, sedangkan pasangan lainnya merasa kesulitan untuk hamil. Sebenarnya adanya kesulitan untuk hamil...
-
Kumpulan Full Album Lagu NDX AKA Mp3 Terbaru dan Lengkap 2018 | NDX AKA ialah kumpulan penyanyi hiphop Indonesia yang memiliki bakat dan ...
-
Menjadi kebanggaan sendiri ketika orang tua memajang foto anak-anaknya di media sosial. Namun, tahukah Anda? Ternyata tidak semua anak menyu...
-
Penggemar berat film Bollywood mustahil tak tahu film romantis yang satu ini, Kuch Kuch Hota Hai. Ya, film yang dibintangi Shah Rukh Khan, K...