Jum'at, 16 Mei 2014 16:57:40
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Polres Jombang menangkap pasangan suami istri (pasutri), Moch Kuswanto (39), dan Susana alias Santi (32), karena terbukti mencuri di sebuah toko di Kecamatan Gudo. Aksi pasutri asal Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk itu terekam dalam kamera pengintai atau CCTV.
"Pasutri tersebut nekad melakukan pencurian dengan alasan terjerat hutang. Saat beraksi keduanya terekam CCTV," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Jumat (13/5/2014).
Widodo menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan pasutri tersebut terjadi pada Rabu (7/5/2014) lalu, di sebuah toko pakaian, Pasar Gudo. Awalnya, kedua tersangka datang ke toko milik Mulyadi (33). Layaknya pembeli sang istri memilih barang yang dijual. Sedangkan suaminya sibuk mencari sasaran yang akan diembat. Nah, saat itulah sang suami melirik sebuah tas yang tergeletak di meja kasir.
Sekali embat, tas berisi uang di kasir itu langsung berpindah tangan. Selanjutnya, tas tersebut disembunyi di balik jaket pelaku.Berhasil dan merasa tak ada yang tahu, kedua tersangka segera pergi meninggalkan toko. Tak lama berselang, pemilik tas mengetahui bahwa tasnya amblas. Pemilik toko yang menyadari hal itu segera memeriksa rekaman CCTV di toko itu. Dari rekaman tersebut, akhirnya diketahui aksi keduanya.
Yakin menjadi korban kejahatan, pemilik toko melaporkannya ke polsek setempat. Selain itu, pemilik toko juga menyebarkan gambar kedua tersangka kepada warga sekitar pasar. Dari laporan tersebut, anggota lakukan penyelidikan hingga akhirnya petugas memperoleh identitas maupun keberadaan kedua tersangka.
"Saat kami tangkap keduanya mengelak tudingan petugas. Namun setelah kita tunjukkan rekaman CCTV, keduanya tak bisa berkutik. Pengakuannya baru sekali beraksi karena untuk membayar hutang," pungkas Widodo. [suf/ted]
"Pasutri tersebut nekad melakukan pencurian dengan alasan terjerat hutang. Saat beraksi keduanya terekam CCTV," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Jumat (13/5/2014).
Widodo menjelaskan, aksi pencurian yang dilakukan pasutri tersebut terjadi pada Rabu (7/5/2014) lalu, di sebuah toko pakaian, Pasar Gudo. Awalnya, kedua tersangka datang ke toko milik Mulyadi (33). Layaknya pembeli sang istri memilih barang yang dijual. Sedangkan suaminya sibuk mencari sasaran yang akan diembat. Nah, saat itulah sang suami melirik sebuah tas yang tergeletak di meja kasir.
Sekali embat, tas berisi uang di kasir itu langsung berpindah tangan. Selanjutnya, tas tersebut disembunyi di balik jaket pelaku.Berhasil dan merasa tak ada yang tahu, kedua tersangka segera pergi meninggalkan toko. Tak lama berselang, pemilik tas mengetahui bahwa tasnya amblas. Pemilik toko yang menyadari hal itu segera memeriksa rekaman CCTV di toko itu. Dari rekaman tersebut, akhirnya diketahui aksi keduanya.
Yakin menjadi korban kejahatan, pemilik toko melaporkannya ke polsek setempat. Selain itu, pemilik toko juga menyebarkan gambar kedua tersangka kepada warga sekitar pasar. Dari laporan tersebut, anggota lakukan penyelidikan hingga akhirnya petugas memperoleh identitas maupun keberadaan kedua tersangka.
"Saat kami tangkap keduanya mengelak tudingan petugas. Namun setelah kita tunjukkan rekaman CCTV, keduanya tak bisa berkutik. Pengakuannya baru sekali beraksi karena untuk membayar hutang," pungkas Widodo. [suf/ted]
Selasa, 13 Mei 2014 17:30:27
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Seorang perempuan muda, Kristianingsih (20), warga Dusun Tungu, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek tewas setelah menjadi korban tabrak lari di Jl Raya Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang. Ironisnya, mobil yang menabrak korban langsung kabur.
"Kejadiannya jam 06.00 WIB tadi pagi. Korban tewas setelah ditabrak mobil. Sedangkan mobil penabrak tersebut langsung kabur. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku tabrak lari itu," jelas Iptu Darul Asrifin, Kanitlaka Satlantas Polres Jombang, Selasa (13/5/2015).
Darul mengungkapkan, kecelakaan itu berawal saat korban mengendarai motor di Jl Raya Bulurejo, Diwek. Saat itu dia melaju dari arah Barat dengan kecepatan cukup tinggi. Mendekati lokasi kejadian, nampak motor lain di depan korban. Saat itu, korban bermaksud untuk mendahuluinya. Ia pun menambah kecepatan motornya dan mengambil haluan ke kanan.
Tanpa diduga, saat itu motor korban sempat menyerempet motor yang disalipnya. Karena senggolan tersebut, motor korban oleng hingga kemudian terjatuh ke kanan atau ke tengah jalan. Ironis, pada saat bersamaan dari arah belakang korban melaju kencang sebuah mobil yang tak diketahui nopolnya.
Karena jarak sudah dekat, mobil tersebut tidak sempat menghindar. Selanjutnya, tubuh korban langsung dilibas mobil tersebut. Darah segar muncrat dari tubuh perempuan muda itu. Sedangkan mobil penabrak justru kabur dari lokasi. Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Hanya saja, perempuan asal Diwek tersebut sudah menghembuskan nafas terakhir. [suf/kun]
"Kejadiannya jam 06.00 WIB tadi pagi. Korban tewas setelah ditabrak mobil. Sedangkan mobil penabrak tersebut langsung kabur. Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku tabrak lari itu," jelas Iptu Darul Asrifin, Kanitlaka Satlantas Polres Jombang, Selasa (13/5/2015).
Darul mengungkapkan, kecelakaan itu berawal saat korban mengendarai motor di Jl Raya Bulurejo, Diwek. Saat itu dia melaju dari arah Barat dengan kecepatan cukup tinggi. Mendekati lokasi kejadian, nampak motor lain di depan korban. Saat itu, korban bermaksud untuk mendahuluinya. Ia pun menambah kecepatan motornya dan mengambil haluan ke kanan.
Tanpa diduga, saat itu motor korban sempat menyerempet motor yang disalipnya. Karena senggolan tersebut, motor korban oleng hingga kemudian terjatuh ke kanan atau ke tengah jalan. Ironis, pada saat bersamaan dari arah belakang korban melaju kencang sebuah mobil yang tak diketahui nopolnya.
Karena jarak sudah dekat, mobil tersebut tidak sempat menghindar. Selanjutnya, tubuh korban langsung dilibas mobil tersebut. Darah segar muncrat dari tubuh perempuan muda itu. Sedangkan mobil penabrak justru kabur dari lokasi. Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Hanya saja, perempuan asal Diwek tersebut sudah menghembuskan nafas terakhir. [suf/kun]
Selasa, 13 Mei 2014 08:17:45
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Seorang pemuda asal Dusun Wonokerto, Desa/Kecamatan Peterongan, Jombang bernama Napoleon Bonaparte (21), dibekuk polisi karena kedapatan mengedarkan pil koplo jenis dobel L. Selain itu, korps berseragam cokelat juga menangkap dua pemuda lainnya di lokasi berbeda dengan kasus serupa.
Dua pemuda itu masing-masing Iqbal Syahruna (19), warga Dusun Tambar Mayangan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, dan Karmuin (25), warga Dusun Sukorejo, Desa Gerobogan, Kecamatan, Mojowarno.
Dua pemuda itu masing-masing Iqbal Syahruna (19), warga Dusun Tambar Mayangan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, dan Karmuin (25), warga Dusun Sukorejo, Desa Gerobogan, Kecamatan, Mojowarno.
"Dari tiga pelaku tersebut, kami menyita barang bukti berupa ratusan pil dobel L," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, Selasa (13/5/2014).
Widodo mengungkapkan, dua pelaku, Napoleon dan Iqbal, diringkus di kawasan Jl Raya Peterongan. Dari tangan keduanya diamankan barang bukti berupa 2 HP sebagai sarana transaksi, uang tunai Rp 80 ribu sebagai hasil transaksi, serta 83 butir pil dobel L. Dua pemuda itu diringkus sekitar pukul 23.00 WIB.
Dari penangkapan tersebut akhirnya mengembang ke Karmuin. Pemuda ini kemudian diringkus saat menunggu pelanggannya di depan sebuah minimarket, Dusun Mojolegi, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
Widodo mengungkapkan, dua pelaku, Napoleon dan Iqbal, diringkus di kawasan Jl Raya Peterongan. Dari tangan keduanya diamankan barang bukti berupa 2 HP sebagai sarana transaksi, uang tunai Rp 80 ribu sebagai hasil transaksi, serta 83 butir pil dobel L. Dua pemuda itu diringkus sekitar pukul 23.00 WIB.
Dari penangkapan tersebut akhirnya mengembang ke Karmuin. Pemuda ini kemudian diringkus saat menunggu pelanggannya di depan sebuah minimarket, Dusun Mojolegi, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
Dari tangan Karmuin petugas menyita barang bukti berupa sebuah HP sebagai sarana transaksi, motor Yamaha Mio hitam S 5631 XG yang dikendarai, uang tunai Rp 480 ribu, serta 114 butir pil dobel L.
"Tertangkapnya ketiga tersangka berdasarkan informasi masyarakat yang resah akrena maraknya peredaran narkoba. Kita masih mengembangkan lagi kasus ini guna membongkar jaringan lainnya," pungkas Widodo. [suf]
"Tertangkapnya ketiga tersangka berdasarkan informasi masyarakat yang resah akrena maraknya peredaran narkoba. Kita masih mengembangkan lagi kasus ini guna membongkar jaringan lainnya," pungkas Widodo. [suf]
Senin, 12 Mei 2014 19:35:59
Reporter : Yusuf Wibisono
Sudah begitu, Pemkab Jombang juga berencana membuka rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum. "Sejauh ini Pemkab Jombang belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kelanjutan nasib honorer K2. Kami tetap diminta tetap bekerja seperti biasa, belum ada kejelasan lanjutan," ujar Ipung Kurniawan, koordinator forum honorer K-2 Jombang usai bertemu bupati.
Ipung mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Forum Honorer K2 Jombang, sejauh ini terdapat 3 tenaga honorer yang mulai menerima masalah dengan jam kerja. Yakni, sebanyak tiga guru jam kerjanya sudaj dinolkan. Jika kondisi itu dibiarkan, Ipung khawatir akan berdampak serius bagi kelangsungan honorer K2 yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun pada sejumlah instansi.
"Makanya kami dari forum honorer K2 Jombang menyatakan menolak CPNS jalur umum, karena masih banyak tenaga honorer K2 yang belum tuntas dan sudah mengabdi bertahun-tahun. Kami mendesak agar pemkab menuntaskan dulu masalah honorer K2 sebelum membuka tes (CPNS) jalur umum," katanya menegaskan.
Sebelumnya, begitu datang ke pendapa para honorer ini menggar orasi secara bergantian. Selanjutnya, 12 perwakilan honorer diterima Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko. Hanya saja, pertemuan itu belum melegakan para honorer. Pasalnya, permintaan para honorer agar bupati meneken surat jaminan untuk memprioritaskan honorer K2 dalam mengisi formasi CPNS tidak mendapat respon. Alasanya, bupati mengembalikan persoalan tersebut ke peraturan kepegawaian yang berlaku. [suf/kun]
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Ratusan pegawai honorer kategori 2 (K-2) mendatangi pendapa Pemkab Jombang untuk menemui Bupati Nyono Suharli Wihandoko, Senin (12/5/2014). Para honorer itu meminta jaminan atas nasib mereka karena hingga saat ini Pemkab Jombang belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kelanjutan nasib honorer yang gagal dalam seleksi CPNS lewat jalur honorer tersebut.
Sudah begitu, Pemkab Jombang juga berencana membuka rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur umum. "Sejauh ini Pemkab Jombang belum mengeluarkan keputusan resmi terkait kelanjutan nasib honorer K2. Kami tetap diminta tetap bekerja seperti biasa, belum ada kejelasan lanjutan," ujar Ipung Kurniawan, koordinator forum honorer K-2 Jombang usai bertemu bupati.
Ipung mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima Forum Honorer K2 Jombang, sejauh ini terdapat 3 tenaga honorer yang mulai menerima masalah dengan jam kerja. Yakni, sebanyak tiga guru jam kerjanya sudaj dinolkan. Jika kondisi itu dibiarkan, Ipung khawatir akan berdampak serius bagi kelangsungan honorer K2 yang sudah mengabdi selama bertahun-tahun pada sejumlah instansi.
"Makanya kami dari forum honorer K2 Jombang menyatakan menolak CPNS jalur umum, karena masih banyak tenaga honorer K2 yang belum tuntas dan sudah mengabdi bertahun-tahun. Kami mendesak agar pemkab menuntaskan dulu masalah honorer K2 sebelum membuka tes (CPNS) jalur umum," katanya menegaskan.
Sebelumnya, begitu datang ke pendapa para honorer ini menggar orasi secara bergantian. Selanjutnya, 12 perwakilan honorer diterima Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko. Hanya saja, pertemuan itu belum melegakan para honorer. Pasalnya, permintaan para honorer agar bupati meneken surat jaminan untuk memprioritaskan honorer K2 dalam mengisi formasi CPNS tidak mendapat respon. Alasanya, bupati mengembalikan persoalan tersebut ke peraturan kepegawaian yang berlaku. [suf/kun]
Dihajar Teman, Dua Siswi Lapor Polisi
Senin, 12 Mei 2014 16:26:48
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Dua pelajar asal Jombang babak belur setelah dihajar oleh temannya. Bahkan motor yang mereka kendarai juga nyungsep akibat penganiayaan tersebut. Dua korban masing-masing Kiki Adelia (16), warga Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, dan Serli Wardani (16), warga Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Jombang.
Baik Kiki maupun Serli menderita luka-luka karena motor yang dikendarainya menabrak pohon akibat dihadang dan dipukul oleh pelaku berinisial RZ (16), warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang Kota. "Kami sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, terlapor segera kita panggil guna dimintai keterangan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Senin (12/5/2014).
Widodo menjelaskan, penganiayaan itu bermula ketia dua siswi tersebut mengendarai motornya. Mereka hendak menemui RZ untuk menyelesaikan masalah. Gayung pun bersambut, mereka kemudian bertemua dengan RZ di Jl Samratulangi Jombang.
Ironisnya, RZ merespon lain. Saat Kiki dan Serli berada di atas motor, pelaku langsung menghadang dan memukul korban. Praktis, korban hilang keseimbangan hingga motor tersebut oleng dan menabrak pohon. Karena tidak terima. dua siswi tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. [suf/but]
Baik Kiki maupun Serli menderita luka-luka karena motor yang dikendarainya menabrak pohon akibat dihadang dan dipukul oleh pelaku berinisial RZ (16), warga Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang Kota. "Kami sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, terlapor segera kita panggil guna dimintai keterangan," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Senin (12/5/2014).
Widodo menjelaskan, penganiayaan itu bermula ketia dua siswi tersebut mengendarai motornya. Mereka hendak menemui RZ untuk menyelesaikan masalah. Gayung pun bersambut, mereka kemudian bertemua dengan RZ di Jl Samratulangi Jombang.
Ironisnya, RZ merespon lain. Saat Kiki dan Serli berada di atas motor, pelaku langsung menghadang dan memukul korban. Praktis, korban hilang keseimbangan hingga motor tersebut oleng dan menabrak pohon. Karena tidak terima. dua siswi tersebut kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. [suf/but]
(Foto: istimewa)
Oleh:
web - Sabtu, 17 Mei 2014 | 20:30 WIB
INILAHCOM, Jombang - Walau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang notabene lahir dari rahim Nahdatul Ulama (NU) mendukung Jokowi di pilpres 2014, tapi organisasi terbesar di Indonesia ini menegaskan pihaknya bersikap netral.
Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar berharap sosok presiden yang jujur dan amanah dalam pilpres yang digelar 9 Juli mendatang.
Menurut dia, sosok calon presiden nantinya harus mengayomi semua golongan.
"Itulah kriteria presiden yang didambakan umat. Namun demikian NU tetap tegas bahwa dalam pilpres tersebut tetap netral. Karena sesuai dengan khitah, NU tidak boleh terlibat dalam politik praktis," kata KH Isrofil usai menghadiri apel kesetiaan NKRI dalam rangka Harlah NU ke-91 di Alun-alun Jombang, Sabtu (17/5/2014).
Sesuai khitahnya, NU secara kelembagaan tidak akan terlibat dalam politik praktis. Itu berarti, NU tidak terlibat dalam persoalan mendukung capres.
"Namun demikian bukan berarti kader NU tidak punya sikap. Akan tetapi pilihan tersebut kita serahkan kepada masing-masing pribadi," ujar Isrofil.
NU berharap capres yang didukung punya kriteria yang harus dimiliki. Diantaranya, jujur, amanah, mengayomi, dan sanggup memakmurkan umat.
"Empat kriteria itulah presiden yang layak dimata orang NU," kata Isrofil.
Hal serupa dilontarkan Dimas Cokro Pamungkas atau Gus Dimas, Ketua PSNU Pagar Nusa Peguron Sapujagad Jombang.
Pihaknya siap menurunkan anggota PSNU Pagar Nusa untuk membantu kepolisian dalam rangka pengamanan pilpres.
"Seperti arahan Ketua PCNU Jombang, sebagai bagian dari warga negara, kami mempunyai kewajiban untuk mensukseskan program pemerintah, termasuk pilpres yang akan datang," pungkas Gus Dimas usai memimpin anak buahnya mengikuti apel kesetiaan NKRI di Alun-alun Jombang. [beritajatim]
Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar berharap sosok presiden yang jujur dan amanah dalam pilpres yang digelar 9 Juli mendatang.
Menurut dia, sosok calon presiden nantinya harus mengayomi semua golongan.
"Itulah kriteria presiden yang didambakan umat. Namun demikian NU tetap tegas bahwa dalam pilpres tersebut tetap netral. Karena sesuai dengan khitah, NU tidak boleh terlibat dalam politik praktis," kata KH Isrofil usai menghadiri apel kesetiaan NKRI dalam rangka Harlah NU ke-91 di Alun-alun Jombang, Sabtu (17/5/2014).
Sesuai khitahnya, NU secara kelembagaan tidak akan terlibat dalam politik praktis. Itu berarti, NU tidak terlibat dalam persoalan mendukung capres.
"Namun demikian bukan berarti kader NU tidak punya sikap. Akan tetapi pilihan tersebut kita serahkan kepada masing-masing pribadi," ujar Isrofil.
NU berharap capres yang didukung punya kriteria yang harus dimiliki. Diantaranya, jujur, amanah, mengayomi, dan sanggup memakmurkan umat.
"Empat kriteria itulah presiden yang layak dimata orang NU," kata Isrofil.
Hal serupa dilontarkan Dimas Cokro Pamungkas atau Gus Dimas, Ketua PSNU Pagar Nusa Peguron Sapujagad Jombang.
Pihaknya siap menurunkan anggota PSNU Pagar Nusa untuk membantu kepolisian dalam rangka pengamanan pilpres.
"Seperti arahan Ketua PCNU Jombang, sebagai bagian dari warga negara, kami mempunyai kewajiban untuk mensukseskan program pemerintah, termasuk pilpres yang akan datang," pungkas Gus Dimas usai memimpin anak buahnya mengikuti apel kesetiaan NKRI di Alun-alun Jombang. [beritajatim]
Jum'at, 09 Mei 2014 14:35:30
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Dua orang pemuda warga Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben dibekuk Polres Jombang setelah aksi pencurian yang dilakukannya terekam CCTV.
Dua pelaku masing-masing Wili Nurlistiawan (21), dan Boy Anjasmoro (19). Dari tangan mereka, polisi mendapatkan barang bukti berupa kawat tembaga seberat 12 kilogram. "Dua pelaku berikut barang bukti langsung kita amankan. Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan pencurian di tempat yang sama, yakni majikannya sendiri," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, Jumat (9/5/2014).
Widodo menjelaskan, dua pemuda tersebut selama ini memang bekerja di tempat usaha milik Zaini Lubis, warga Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito. Nah, sejak dua minggu terakhir, korban kehilangan kawat tembaga miliknya. Ironisnya, kejadian serupa juga kembali terjadi dua hari terakhir ini.
Atas kejadian itu, korban kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di rumahnya. Walhasil, dari rekaman itu diketahui dengan jelas jika dua karyawannya itulah yang telah melakukan aksi pencurian. Dengan modal rekaman kamera pengintai itu pula Zaini melaporkan tindakan kriminal anak buahnya itu.
Selanjutnya, korps berseragam cokelat langsung membekuk dua pemuda tersebut di rumahnya masing-masing. Setelah ditunjukkan rekaman CCTV, baik Wili maupun Boi tidak bisa berkutik. Mereka mengakui semua perbuatannya itu. "Kita masih mengembangkan kasus ini. Karena tidak menutup kemungkinan, kedua pelaku menjalankan aksinya di tempat lain," pungkas Widodo. [suf/ted]
Dua pelaku masing-masing Wili Nurlistiawan (21), dan Boy Anjasmoro (19). Dari tangan mereka, polisi mendapatkan barang bukti berupa kawat tembaga seberat 12 kilogram. "Dua pelaku berikut barang bukti langsung kita amankan. Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan pencurian di tempat yang sama, yakni majikannya sendiri," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, Jumat (9/5/2014).
Widodo menjelaskan, dua pemuda tersebut selama ini memang bekerja di tempat usaha milik Zaini Lubis, warga Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito. Nah, sejak dua minggu terakhir, korban kehilangan kawat tembaga miliknya. Ironisnya, kejadian serupa juga kembali terjadi dua hari terakhir ini.
Atas kejadian itu, korban kemudian memeriksa rekaman CCTV yang terpasang di rumahnya. Walhasil, dari rekaman itu diketahui dengan jelas jika dua karyawannya itulah yang telah melakukan aksi pencurian. Dengan modal rekaman kamera pengintai itu pula Zaini melaporkan tindakan kriminal anak buahnya itu.
Selanjutnya, korps berseragam cokelat langsung membekuk dua pemuda tersebut di rumahnya masing-masing. Setelah ditunjukkan rekaman CCTV, baik Wili maupun Boi tidak bisa berkutik. Mereka mengakui semua perbuatannya itu. "Kita masih mengembangkan kasus ini. Karena tidak menutup kemungkinan, kedua pelaku menjalankan aksinya di tempat lain," pungkas Widodo. [suf/ted]
Top 5 Popular of The Week
-
TobaTimes - Sungguh gila dan memprihatinkan. Pergaulan siswa SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, semakin liar. Mereka tak segan-segan berbua...
-
TobaTimes - Seorang gadis remaja yanga bahenol berusia 15 tahun, dicabuli DD (30), seorang mandor sebuah perusahaan perkebunan di Desa Mend...
-
Biographyany - Kurt Donald Cobain (February 20, 1967 - ± 5 April 1994) is a singer, songwriter and guitarist in the Seattle grunge band, Ni...
-
Nama Pemain Anak Langit SCTV sudah update dan sebagian besar para pemainnya adalah ex pemain sinetron Anak Jalanan yang pernah tayang di RCT...
-
TobaTimes - Dua gadis muda masing-masing berinisial W (13) dan A (15), diselamatkan dari lokalisasi Peleman di Suradadi, Kabupaten Tegal, b...
-
10 Pesawat Tercepat Di Dunia Saat Ini Mahessa83 | Pada masa lalu, banyak manusia bermimpi untuk bisa dapat terbang. Setelah kita menemuka...
-
JOMBANG - Kinerja seorang Kepala Dusun (Kadus) Dusun Brongkol, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, dikeluhkan oleh para warga setempat. Pas...
-
Pemerintah Joko Widodo pada periode 2014-2019 melalui Menteri Kelautan dan Perikanan mengembangkan program pemberdayaan kelautan dan perikan...
-
Alya Dior dikenal karena belasan fotonya yang berani tampil seksi di Majalah SISILA edisi Tebaru. Kendati sudah terbit dan beredar sejak awa...