Senin, 26 Mei 2014 11:00:39
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Kawanan pencuri berhasil menggasak perhiasan di rumah milik Talkan (47), warga Desa Plandi, Kecamatan Jombang Kota. Namun kawanan pencuri tersebut langsung kabur ketika dipergoki warga sekitar.
"Pencuri masuk dengan cara mencongkel rumah korban yang saat itu sedang kosong. Sejumlah perhiasan milik korban hilang. Pelaku diduga lebih dari satu orang. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Senin (26/5/2014).
Widodo mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu malam. Sejak sore, Talkan beserta keluarga sudah keluar rumah. Awalnya, tidak ada kejanggalan di rumah tersebut. Namun tiba-tiba seorang pedagang mie bernama Karmaji (42) yang ada di sekitar lokasi melihat orang tak dikenal keluar dari rumah sembari mengangkat televisi.
Sontak saja Karmaji langsung berteriak. Nah teriakan itu akhirnya mengundang puluhan warga. Sayangnya, seiring dengan kedatangan masa, sejumlah pelaku kabur dengan mengendarai mobil. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. [suf/kun]
"Pencuri masuk dengan cara mencongkel rumah korban yang saat itu sedang kosong. Sejumlah perhiasan milik korban hilang. Pelaku diduga lebih dari satu orang. Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Senin (26/5/2014).
Widodo mengungkapkan, peristiwa itu terjadi pada Minggu malam. Sejak sore, Talkan beserta keluarga sudah keluar rumah. Awalnya, tidak ada kejanggalan di rumah tersebut. Namun tiba-tiba seorang pedagang mie bernama Karmaji (42) yang ada di sekitar lokasi melihat orang tak dikenal keluar dari rumah sembari mengangkat televisi.
Sontak saja Karmaji langsung berteriak. Nah teriakan itu akhirnya mengundang puluhan warga. Sayangnya, seiring dengan kedatangan masa, sejumlah pelaku kabur dengan mengendarai mobil. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Jombang. [suf/kun]
Sabtu, 24 Mei 2014 23:00:14
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Seorang bandit jalanan dibekuk polisi saat melakukan perampasan kendaraan bermotor di Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Sabtu (24/5/2014) malam. Polisi cukup kaget karena saat diperiksa pemuda berinisial AP (29), asal Pasuruan tersebut membawa tiga bom rakitan jenis bondet (bom ikan).
"Tiga bahan peledak jenis bom rakitan dan sebuah sepeda motor sudah kami amankan. Pelaku merampas motor di kawasan Desa Janti, Kecamatan Mojoagung," kata Kasatserse Polres Jombang, AKP Rudi Dharmawan saat berada di lokasi kejadian.
Rudi menjelaskan, AP tertangkap basah saat merampas motor milik warga di kawasan Desa Janti, Mojoagung. Pelaku yang berusaha kabur berhasil diringkus aparat kepolisian. Nah, saat dilakukan pemeriksaan, terdapat tiga bahan peledak yang dibawanya. Namun demikian, Rudi belum memastikan kepemilikan bahan peledak tersebut terkait aksi terorisme atau tidak.
"Yang kita tangani masih soal perampasan motor. Sedangkan soal kepemilikan tiga bahan peledak jenis bondet tersebut masih kita lakukan pendalaman," kata Rudi menegaskan.
Hingga saat ini AP menjalani perawatan di RSUD Jombang, setelah sebelumnya menjadi bulan-bulanan massa. Beberapa bagian tubuh pria tersebut terdapat luka serta memar. "Sebelumnya, pelaku sempat dihakimi massa," pungkas Rudi. [suf/ted]
Jombang (beritajatim.com) - Seorang bandit jalanan dibekuk polisi saat melakukan perampasan kendaraan bermotor di Desa Janti, Kecamatan Mojoagung, Jombang, Sabtu (24/5/2014) malam. Polisi cukup kaget karena saat diperiksa pemuda berinisial AP (29), asal Pasuruan tersebut membawa tiga bom rakitan jenis bondet (bom ikan).
"Tiga bahan peledak jenis bom rakitan dan sebuah sepeda motor sudah kami amankan. Pelaku merampas motor di kawasan Desa Janti, Kecamatan Mojoagung," kata Kasatserse Polres Jombang, AKP Rudi Dharmawan saat berada di lokasi kejadian.
Rudi menjelaskan, AP tertangkap basah saat merampas motor milik warga di kawasan Desa Janti, Mojoagung. Pelaku yang berusaha kabur berhasil diringkus aparat kepolisian. Nah, saat dilakukan pemeriksaan, terdapat tiga bahan peledak yang dibawanya. Namun demikian, Rudi belum memastikan kepemilikan bahan peledak tersebut terkait aksi terorisme atau tidak.
"Yang kita tangani masih soal perampasan motor. Sedangkan soal kepemilikan tiga bahan peledak jenis bondet tersebut masih kita lakukan pendalaman," kata Rudi menegaskan.
Hingga saat ini AP menjalani perawatan di RSUD Jombang, setelah sebelumnya menjadi bulan-bulanan massa. Beberapa bagian tubuh pria tersebut terdapat luka serta memar. "Sebelumnya, pelaku sempat dihakimi massa," pungkas Rudi. [suf/ted]
Jum'at, 23 Mei 2014 11:57:11
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajim.com) - Seluruh jadwal kereta api (KA) di stasiun Jombang mengalami perubahan per 1 Juni 2014 mendatang. Perubahan itu salah satunya disebabkan adanya aktivasi rel ganda sepanjang lintas utara Jawa. Selain itu juga ada tambahan kereta api baru, yakni Sarangan jurusan Madiun.
"Selain itu, perubahan jadwal tersebut juga untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Nah, per 1 Juni kita melakukan perubahan waktu kedatangan dan pemberangkatan kereta api tersebut, baik kelas ekonomi maupun eksekutif," kata Eko S Mulyanto, asisten manager Humas PT KAI (Kereta Api Indonesia) Daop VII saat berada di stasiun Jombang, Jumat (23/5/2014).
Eko menjelaskan, perubahan jadwal pemberangkatan KA tersebut bervariasi. Ada yang maju 15 menit, ada pula yang justru mundur 45 menit. "Semisal KA Bima. Sebelumnya, Bima tiba di stasiun Jombang pukul 17.00 WIB, namun per 1 Juni berubah menjadi pukul 17.41 WIB," kata Eko yang didampingi Wakil Kepala Stasiun Jombang, Rinaldi.
Eko mengakui, banyak calon penumpang KA yang belum mengetahui perubahan jadwal tersebut. Padahal, jumlah tiket yang sudah terjual di daerah operasi (daop) VII hingga 8 Agustus 2014, sebanyak 5 sampai 6 ribu tiket.
Eko kemudian menghimbau kepada seluruh calon penumpang yang sudah memiliki kode boking segera melakukan aktivasi. Dengan begitu, tambah Eko, mereka mengetahui jadwal keberangkatan secara pasti. "Hingga 8 Agustus, sekitar enam ribu tiket sudah terpesan. Nah, kami berharap para penumpang itu segera melakukan aktivasi ke stasiun," pungkasnya. [suf/kun]
"Selain itu, perubahan jadwal tersebut juga untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Nah, per 1 Juni kita melakukan perubahan waktu kedatangan dan pemberangkatan kereta api tersebut, baik kelas ekonomi maupun eksekutif," kata Eko S Mulyanto, asisten manager Humas PT KAI (Kereta Api Indonesia) Daop VII saat berada di stasiun Jombang, Jumat (23/5/2014).
Eko menjelaskan, perubahan jadwal pemberangkatan KA tersebut bervariasi. Ada yang maju 15 menit, ada pula yang justru mundur 45 menit. "Semisal KA Bima. Sebelumnya, Bima tiba di stasiun Jombang pukul 17.00 WIB, namun per 1 Juni berubah menjadi pukul 17.41 WIB," kata Eko yang didampingi Wakil Kepala Stasiun Jombang, Rinaldi.
Eko mengakui, banyak calon penumpang KA yang belum mengetahui perubahan jadwal tersebut. Padahal, jumlah tiket yang sudah terjual di daerah operasi (daop) VII hingga 8 Agustus 2014, sebanyak 5 sampai 6 ribu tiket.
Eko kemudian menghimbau kepada seluruh calon penumpang yang sudah memiliki kode boking segera melakukan aktivasi. Dengan begitu, tambah Eko, mereka mengetahui jadwal keberangkatan secara pasti. "Hingga 8 Agustus, sekitar enam ribu tiket sudah terpesan. Nah, kami berharap para penumpang itu segera melakukan aktivasi ke stasiun," pungkasnya. [suf/kun]
Jum'at, 23 Mei 2014 09:26:27
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Sosok mayat bayi perempuan ditemukan tewas di dalam bak kamar mandi sebuah rumah makan di kawasan Jl Raya Perak Jombang, Jumat (23/5/2014), pagi.
"Saat ditemukan, bayi tersebut masih lengkap dengan ari-arinya. Bayi itu ditemukan dengan kondisi miring dalam bak kamar mandi yang terletak di belakang rumah makan. Mulutnya menghisap jempol tangan kiri," kata Kapolsek Perak, AKP Hariyono.
Hariyono mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan adanya mayat bayi sekitar pukul 04.00 WIB oleh pemilik warung, Muhaimin. Bayi berjenis kelamin perempuan itu diperkirakan baru berumur beberapa jam sebelum ditenggelamkan ke dalam bak air kamar mandi oleh orang tuanya.
"Belum diketahui siapa orang tua dari bayi tersebut. Kami sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku. Termasuk meminta keterangan pemilik rumah makan," katanya menambahkan.
Sementara itu, Muhaimin, pemilik rumah makan mengatakan, pihaknya mencurigai sejumlah orang penumpang kendaraan travel yang sempat mampir ke warungnya Kamis siang kemarin. Kecurigaan itu muncul sebab saat mampir, terdapat dua orang yang berjaga di luar kamar mandi, sedangkan satu orang perempuan berada di dalam kamar mandi dalam waktu yang cukup lama.
Kendaraan travel yang ditumpangi oleh orang-orang mencurigakan itu, sedang menempuh perjalanan dari Surabaya arah Tulungagung. "Rombongan travel itulah yang kami curigai. Namun kami tidak hafal nopol kendaraan yang mereka gunakan," ujar Muhaimin. [suf]
"Saat ditemukan, bayi tersebut masih lengkap dengan ari-arinya. Bayi itu ditemukan dengan kondisi miring dalam bak kamar mandi yang terletak di belakang rumah makan. Mulutnya menghisap jempol tangan kiri," kata Kapolsek Perak, AKP Hariyono.
Hariyono mengungkapkan, pihaknya mendapat laporan adanya mayat bayi sekitar pukul 04.00 WIB oleh pemilik warung, Muhaimin. Bayi berjenis kelamin perempuan itu diperkirakan baru berumur beberapa jam sebelum ditenggelamkan ke dalam bak air kamar mandi oleh orang tuanya.
"Belum diketahui siapa orang tua dari bayi tersebut. Kami sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku. Termasuk meminta keterangan pemilik rumah makan," katanya menambahkan.
Sementara itu, Muhaimin, pemilik rumah makan mengatakan, pihaknya mencurigai sejumlah orang penumpang kendaraan travel yang sempat mampir ke warungnya Kamis siang kemarin. Kecurigaan itu muncul sebab saat mampir, terdapat dua orang yang berjaga di luar kamar mandi, sedangkan satu orang perempuan berada di dalam kamar mandi dalam waktu yang cukup lama.
Kendaraan travel yang ditumpangi oleh orang-orang mencurigakan itu, sedang menempuh perjalanan dari Surabaya arah Tulungagung. "Rombongan travel itulah yang kami curigai. Namun kami tidak hafal nopol kendaraan yang mereka gunakan," ujar Muhaimin. [suf]
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Ory Suprayitno (42), warga Dusun Kandangan, Desa Munung, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk diringkus anggota Polsek Kota Jombang. Ia diduga menggelapkan uang koperasi tempatnya bekerja sebesar Rp 10 juta.
"Pelaku sudah kita tangkap. Saat diperiksa, dia mengakui semua perbuatannya. Saat ini pelaku mendekam di tahanan Polsek Kota," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Rabu (21/5/2014).
Widodo menjelaskan, aksi tersangka berawal ketika dirinya diterima bekerja sebagai salah satu karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, sebulan lalu. Saat itu, korban bekerja sebagai agen operasional (mencari nasabah dan penagihan). Namun tanpa diketahui pihak KSP, sejak mulai bekerja tersangka langsung beraksi. Caranya, uang penagihan tersebut idtak disetorkan ke koperasi. Bahkan, tersangka juga membuat daftar nasabah fiktif.
Seiring laju waktu, pihak KSP mulai curiga. Pasalnya, saat dilakukan pemeriksaan pembukuan keuangan terdapat banyak kejanggalan. Selanjutnya, pemilik KSP menanyakannya kepada tersangka. Meski sempat mengelak, akhirnya tersangka mengakui ulah nakalnya itu. "Atas pengakuan tersangka, pihak KSP akhirnya melaporkan ke polisi. Dari laporan tersebut, anggota berhasil meringkus tersangka saat melintas di kawasan Desa Sambong," pungkas Widodo.
"Pelaku sudah kita tangkap. Saat diperiksa, dia mengakui semua perbuatannya. Saat ini pelaku mendekam di tahanan Polsek Kota," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, Rabu (21/5/2014).
Widodo menjelaskan, aksi tersangka berawal ketika dirinya diterima bekerja sebagai salah satu karyawan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) di Desa Sambong Dukuh, Kecamatan Jombang, sebulan lalu. Saat itu, korban bekerja sebagai agen operasional (mencari nasabah dan penagihan). Namun tanpa diketahui pihak KSP, sejak mulai bekerja tersangka langsung beraksi. Caranya, uang penagihan tersebut idtak disetorkan ke koperasi. Bahkan, tersangka juga membuat daftar nasabah fiktif.
Seiring laju waktu, pihak KSP mulai curiga. Pasalnya, saat dilakukan pemeriksaan pembukuan keuangan terdapat banyak kejanggalan. Selanjutnya, pemilik KSP menanyakannya kepada tersangka. Meski sempat mengelak, akhirnya tersangka mengakui ulah nakalnya itu. "Atas pengakuan tersangka, pihak KSP akhirnya melaporkan ke polisi. Dari laporan tersebut, anggota berhasil meringkus tersangka saat melintas di kawasan Desa Sambong," pungkas Widodo.
Sabtu, 17 Mei 2014 16:57:38
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Dua orang Banser (Barisan Ansor Serbaguna) pingsan saat mengikuti apel kesetiaan untuk NKRI dalam rangka Harlah NU ke-91 di Alun-alun Jombang, Sabtu (17/5/2014) sore. Selain Banser, ratusan anggota dari badan otonom (Banom) NU juga hadir dalam acara yang dipimpin oleh Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar.
Sebelum acara dimulai banom yang terdiri dari Ansor, Fayatat, IPNU/IPPNU, Pagar Nusa, serta LP Maarif itu berbaris di Alun-alun. Selanjutnya, KH Isrofil Amar dengan mengendarai mobil jeep terbuka mengecek kesiapan setiap barisan.
Usai pengecekan selesai itulah tiba-tiba anggota Banser yang sedang berbaris ambruk. Petugas kesehatan yang berada di lokasi langsung membopong ke Banser asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo itu ke ambulace. Bukan itu saja, sejurus kemudian ada lagi anggota Banser yang mundur dari barisan karena tak tahan mendapat sengatan matahari.
"Ada dua banser yang ambruk. Mereka tak kuat menahan panas karena memang belum makan saat apel. Namun setelah mendapatkan perawatan, kondisinya mulai membaik," Dimas Cokro Pamungkas atau Gus Dimas, Ketua PSNU Pagar Nusa Peguron Sapujagad Jombang, usai membantu menangani dua Banser yang pingsan itu.
Sementara itu Katua PCNU Jombang KH Isrofil Amar mengatakan, apel kesetiaan NKRI tersebut dalam rangka memperingati hari lahir NU yang ke-91. Oleh karena itu seluruh banom NU ikut hadir dalam acara tersebut. "Alhamdulillah apel kesetiaan ini berlangsung khidmat," ujar Isrofil.
Dia menjelaskan, hingga usianya yang ke-91 ini NU tetap setia terhadap tiga hal, yakni agama, negara, serta umat. NU, kata Isrofil, mempunyai tujuan menegakkan syariat islam ala ahlussunah wal jamaah di NKRI. Selain itu, bagi NU, NKRI merupakan keputusan final atau harga mati.
"Selain agama dan negara, perjuangan NU juga berorientasi pada kemaslahatan umat. Sudah menjadi kwajiban nahdliyin untuk menciptakan situasi rukun damai. Yang tidak kalah penting juga mencintai NKRI serta berperan dalam mengisi pembangunan. Hal-hal seperti itulah yang harus dimiliki oleh kader NU," pungkas Isrofil. [suf/but]
Sebelum acara dimulai banom yang terdiri dari Ansor, Fayatat, IPNU/IPPNU, Pagar Nusa, serta LP Maarif itu berbaris di Alun-alun. Selanjutnya, KH Isrofil Amar dengan mengendarai mobil jeep terbuka mengecek kesiapan setiap barisan.
Usai pengecekan selesai itulah tiba-tiba anggota Banser yang sedang berbaris ambruk. Petugas kesehatan yang berada di lokasi langsung membopong ke Banser asal Kecamatan Bandar Kedungmulyo itu ke ambulace. Bukan itu saja, sejurus kemudian ada lagi anggota Banser yang mundur dari barisan karena tak tahan mendapat sengatan matahari.
"Ada dua banser yang ambruk. Mereka tak kuat menahan panas karena memang belum makan saat apel. Namun setelah mendapatkan perawatan, kondisinya mulai membaik," Dimas Cokro Pamungkas atau Gus Dimas, Ketua PSNU Pagar Nusa Peguron Sapujagad Jombang, usai membantu menangani dua Banser yang pingsan itu.
Sementara itu Katua PCNU Jombang KH Isrofil Amar mengatakan, apel kesetiaan NKRI tersebut dalam rangka memperingati hari lahir NU yang ke-91. Oleh karena itu seluruh banom NU ikut hadir dalam acara tersebut. "Alhamdulillah apel kesetiaan ini berlangsung khidmat," ujar Isrofil.
Dia menjelaskan, hingga usianya yang ke-91 ini NU tetap setia terhadap tiga hal, yakni agama, negara, serta umat. NU, kata Isrofil, mempunyai tujuan menegakkan syariat islam ala ahlussunah wal jamaah di NKRI. Selain itu, bagi NU, NKRI merupakan keputusan final atau harga mati.
"Selain agama dan negara, perjuangan NU juga berorientasi pada kemaslahatan umat. Sudah menjadi kwajiban nahdliyin untuk menciptakan situasi rukun damai. Yang tidak kalah penting juga mencintai NKRI serta berperan dalam mengisi pembangunan. Hal-hal seperti itulah yang harus dimiliki oleh kader NU," pungkas Isrofil. [suf/but]
Sabtu, 17 Mei 2014 15:02:22
Reporter : Yusuf Wibisono
Reporter : Yusuf Wibisono
Jombang (beritajatim.com) - Ketenangan warga di area terminal Mojoagung Jombang berubah menjadi kepanikan. Hal itu menyusul ditemukan jasad bersimbah darah di lokasi parkiran yang letaknya di depan terminal atau samping Koramil setempat, Sabtu (17/5/2014), sekitar pukul 12.00 WIB. Korban bernama Muhammad Fahri Najib alias Fiki (19), warga Dusun Medan Bhakti, Desa/Kecamatan Sumobito.
Saat ditemukan, leher korban bersimbah darah dan terdapat luka tusuk mulai leher kiri hingga tembus kanan. Selain itu, ditemukan juga sebilah senjata tajam jenis sangkur tidak jauh dari jasad korban. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya ke Polsek Mojoagung. Tak berselang lama, tim identifikasi Polres Jombang tiba di lokasi.
Jasad tukang parkir tersebut kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Jombang. Hanya saja, polisi belum berani memastikan penyebab kematian korban. Petugas hanya menyatakan telah mengamankan barang bukti berupa sebilah sangkur. "Kita masih melakukan penyelidikan guna mengetahui kematian korban," kata Kapolsek Mojoagung Kompol Dodot Dwianto saat di lokasi.
Dodot mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, awalnya korban menjaga penitipan sepeda bersama pamannya. Sekitar pukul 11.30 WIB, sang paman pamitan untuk makan siang. Namun sekitar 10 menit kemudian, paman korban diberitahu bawa keponakannya romboh bersimbah darah di parkiran. "Saat pamannya datang, korban sudah tidak bernyawa," kata Dodot.
Sementara itu, Ahmad Zamroni (46), orang tua korban mengatakan selama anaknya tidak mempunyai masalah dengan orang lain. Bahkan Fiki dikenal sebagai sosok pendiam. Zamroni juga mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda khusus sebelum anaknya meninggal. "Hanya saja semalam mengaku tidak bisa tidur," ujar pria berambut keriting, ini.
Zamroni kemudian menceritakan, sekitar pukul 10.00 WIB, Fiki pamitan untuk berangkat kerja. Selanjutnya, penggemar Vespa ini berangkat dari rumahnya di Dusun Medan Bhkati menuju terminal Mojoagung. "Pukul 12.00 WIB saya mendapat kabar kalau Fiki meninggal dengan luka tusuk. Sekali lagi, anak saya tidak pernah punya masalah," pungkas Zamroni. [suf/kun]
Saat ditemukan, leher korban bersimbah darah dan terdapat luka tusuk mulai leher kiri hingga tembus kanan. Selain itu, ditemukan juga sebilah senjata tajam jenis sangkur tidak jauh dari jasad korban. Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian melaporkannya ke Polsek Mojoagung. Tak berselang lama, tim identifikasi Polres Jombang tiba di lokasi.
Jasad tukang parkir tersebut kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Jombang. Hanya saja, polisi belum berani memastikan penyebab kematian korban. Petugas hanya menyatakan telah mengamankan barang bukti berupa sebilah sangkur. "Kita masih melakukan penyelidikan guna mengetahui kematian korban," kata Kapolsek Mojoagung Kompol Dodot Dwianto saat di lokasi.
Dodot mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi, awalnya korban menjaga penitipan sepeda bersama pamannya. Sekitar pukul 11.30 WIB, sang paman pamitan untuk makan siang. Namun sekitar 10 menit kemudian, paman korban diberitahu bawa keponakannya romboh bersimbah darah di parkiran. "Saat pamannya datang, korban sudah tidak bernyawa," kata Dodot.
Sementara itu, Ahmad Zamroni (46), orang tua korban mengatakan selama anaknya tidak mempunyai masalah dengan orang lain. Bahkan Fiki dikenal sebagai sosok pendiam. Zamroni juga mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda khusus sebelum anaknya meninggal. "Hanya saja semalam mengaku tidak bisa tidur," ujar pria berambut keriting, ini.
Zamroni kemudian menceritakan, sekitar pukul 10.00 WIB, Fiki pamitan untuk berangkat kerja. Selanjutnya, penggemar Vespa ini berangkat dari rumahnya di Dusun Medan Bhkati menuju terminal Mojoagung. "Pukul 12.00 WIB saya mendapat kabar kalau Fiki meninggal dengan luka tusuk. Sekali lagi, anak saya tidak pernah punya masalah," pungkas Zamroni. [suf/kun]
Top 5 Popular of The Week
-
TobaTimes - Sungguh gila dan memprihatinkan. Pergaulan siswa SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, semakin liar. Mereka tak segan-segan berbua...
-
Anjaam (1994) Movie Mp3 Songs Badi Muskil Hai_Anjaam Download Barson Ke Bad_Anjaam Download Channe Ke Khet Main_Anjaam Download...
-
TobaTimes - Seorang gadis remaja yanga bahenol berusia 15 tahun, dicabuli DD (30), seorang mandor sebuah perusahaan perkebunan di Desa Mend...
-
Berikut ini Adalah Biodata Fraser Forster Lengkap, Penjaga gawang Timnas Inggris, biodata-artisidolaFraser Forster Biografi Fraser Forster � Lahir di kota Hexham, Inggris, tepatnya pada tanggal 17 Maret 1988. Fraser sendiri adalah seorang ...
-
Diduga disekap majikannya JOMBANG – Persoalan Tanaga Kerja Indonesia (TKI) tak ada habisnya, Kali ini menimpa Dewi Fitri (21) warga Dusun Ge...
-
Beberapa pasangan dapat hamil dengan mudah, sedangkan pasangan lainnya merasa kesulitan untuk hamil. Sebenarnya adanya kesulitan untuk hamil...
-
Kumpulan Full Album Lagu NDX AKA Mp3 Terbaru dan Lengkap 2018 | NDX AKA ialah kumpulan penyanyi hiphop Indonesia yang memiliki bakat dan ...
-
Sinopsis Pangako Sa’yo (Janjiku) MNCTV - Kisah Pangako Sa’yo berawal dari Amor de Jesus yang merupakan mahasiswi keperawatan yang bermimpi m...
-
Penggemar berat film Bollywood mustahil tak tahu film romantis yang satu ini, Kuch Kuch Hota Hai. Ya, film yang dibintangi Shah Rukh Khan, K...
-
Menjadi kebanggaan sendiri ketika orang tua memajang foto anak-anaknya di media sosial. Namun, tahukah Anda? Ternyata tidak semua anak menyu...