Jatim
Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim bakal berlangsung dua putaran. Berdasarkan hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survei atas hasil coblosan kemarin, dari lima pasangan calon tidak ada yang meraih suara di atas 30%.
Pasangan nomor urut 1 yang diusung PPP koalisi 11 partai nonparlemen Khofifah Indarparawansa-Mudjiono (Kaji) bersama pasangan nomor urut 5 Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) yang didukung PAN, Partai Demokrat, dan PKS akan maju ke putaran kedua. Dua pasangan itu meraih suara terbanyak.
Sesuai UU No 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 107 huruf 1 dan 2, jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh 30% lebih suara sah, maka harus dilakukan pilkada putaran kedua yang diikuti dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak. Data Lembaga Survei Indonesia (LSI) pimpinan Syaiful Mudjani menyebutkan, dari 98,5% sampel TPS, pasangan Karsa mendapat suara.
terbanyak 27,07%, disusul Kaji yang meraih 25,36%. Sementara pasangan nomor urut 2 dari PDI-P Soetjipto-Ridwan Hisjam (SR) 20,85%, Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam) yang diusung Partai Golkar meraih 18,82%, dan Achmady-Suhartono (Achsan) yang diusung PKB menduduki juru kunci dengan 7,87% suara.
Peneliti LSI Adang Kamil kepada wartawan menyatakan, Soekarwo-Gus Ipul menguasai Madura dan Tapal Kuda. Khofifah menguasai pantai utara dan kawasan Pendalungan di Jatim.
”Pakde Karwo unggul di Madura, Pasuruan hingga Banyuwangi (Tapal Kuda). Sementara di Surabaya, Sidoarjo, Malang, Mojokerto, dan Jombang, Pakde Karwo dan Bu Khofifah bersaing ketat,” ungkapnya.
Untuk kawasan Mataraman, zona politik yang kental dipengaruhi budaya Jawa ini dikuasai Soenarjo-Ali Maschan Moesa dan Soetjipto-Ridwan Hisjam. ”Yang menarik adalah kemajuan suara Soetjipto-Ridwan Hisjam. Sebagian basis Partai Golkar di kawasan Mataraman lari ke Soetjipto-Ridwan Hisjam.”
Hasil penghitungan cepat Kompas dan SCTV juga menunjukkan tak ada duet cagub-cawagub yang meraih lebih 30% suara. Duet Kaji mendapat 25,25%, SR 22,19%, Salam dengan 19,44%, Achsan 7,54%, dan Karsa 25,54%.
Sementara itu, hasil penghitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA menunjukkan, duet Kaji mendapat 24,83%, SR 21,27%, Salam 19,57%, Achsan 7,79%, dan Karsa 26,58%.
Sementara itu hasil penghitungan cepat Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskabtis) menyebutkan, Pilgub Jatim hanya berlangsung satu kali putaran, karena pasangan Karsa unggul dengan angka dukungan 31,34%.
Merujuk hasil penghitungan cepat Puskabtis, duet Kaji mendapat 26,16%, SR 17,95%, Salam 17,80, dan Achsan 6,78%. ”Pilgub Jatim ini hanya satu putaran karena duet Soekarwo-Gus Ipul telah melampaui angka 30%,” kata Direktur Eksekutif Puskabtis, Husin Yazid kepada wartawan.
Pertarungan Pilgub Jatim menunjukkan kerasnya kompetisi politik antarkandidat, terutama antara duet Khofifah-Mudjiono versus Soekarwo-Gus Ipul. ”Semuanya menunggu hasil penghitungan suara manual KPU Jatim. Semoga ada peningkatan suara saya dan Gus Ipul,” kata Soekarwo kepada wartawan. Gus Ipul tampak tawakal dan menerima hasil apapun Pilgub Jatim. ”Saya tidak gelisah, hanya lelah. Semuanya saya kembalikan kepada Allah SWT. Saya tawakal, Mas,” katanya.
Keponakan Gus Dur itu juga mengibaratkan laga politik Pilgub Jatim seperti pertandingan sepak bola, yang mana untuk saat ini hasilnya diketahui draw. Dengan hasil ini, Soekarwo menegaskan siap masuk ke gelanggang putaran kedua. Diperkirakan putaran kedua pesta demokrasi tingkat regional Jatim itu digelar paling lama 2 bulan setelah digelar Pilgub 23 Juli 2008. ”Tapi, semuanya menunggu hasil penghitungan manual,” kata anggota KPU Jatim, M Nabil.
Khofifah yang menempati ranking kedua juga menyatakan siap menggerakkan mesin politiknya memasuki putaran kedua. Dia akan lebih menyolidkan barisan pendukungnya. Sejumlah manuver kampanye hitam yang dilayangkan pihak lain terhadap dirinya, kata Khofifah, sangat mengganggu pundi-pundi suaranya.
”Kami sudah berjuang maksimal. Tapi dampak dari black campaign berupa poster bernuansa SARA benar-benar terasa. Suara kami di kantong-kantong seperti Situbondo, Bondowoso, dan Madura kalah total,” ujarnya.(SM/ANTARA)
Surabaya AWAS !!
Diprediksi pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) akan bersaing ketat dengan pasangan Khofifah-Mudjiono (Kaji) pada putaran kedua pilihan Gubernur Jawatimur nanti. Pasalnya dasi hasil Lembaga Survey Indonesia (LSI) beda perolehan suara keduanya sangat tipis yakni Karsa mendapat 26,99 persen dan Kaji 25,37 persen, sementara SR 20,94 persen, Salam 18,87 persen dan Achsan 7,84 persen.
menurut Hariadi salah satu Pengamat Politik Unair Surabaya, mengatakan pola koalisi baru yang akan mereka bentuk. Entah itu dengan partai, organisasi non partai seperti ormas dan kelompok sosial lainnya.
“Kemenangannya sangat bergantung pada pola koalisi baru yang akan dibentuk. Saat ini, keduanya tampaknya masih mencoba mengatur strategi lagi,” katanya, Kamis (24/7/2008).
Kemungkinan besar bentuk koalisi dengan partai yang calonnya kalah di putaran pertama 23 Juli kemarin, sangat terbuka lebar.”yang akan dijadikan rebutan dalam koalisi adalah Partai Golkar dan PDIP, katanya lagi.
Sementara PKB lebih masuk akal jika berkoalisi dengan KarSa. Sebab, salah satu kekuatan informal pendukung Kaji adalah PKNU, yang merupakan sempalan dari PKB. Jelas, Gus Dur tidak akan mau bergabung dengan PKNU.
Alasan selanjutnya, kata Hariadi, di belakang Kaji ada Hasjim Muzadi yang tidak mencoba mengoptimalisasi gerak dari elite struktural NU. Selain itu, Hasjim Muzadi juga berseberangan dengan Gus Dur.
“Kalau melihat itu, sangat masuk akal jika secara struktural PKB akan bergabung dengan KarSa. Karena di Kaji ada Hasjim Muzadi dan PKNU, yang keduanya berseberangan dengan Gus Dur,” ujarnya.
Sementara suara pasangan Soenarjo-Ali Maschan (Salam) yang diusung Partai Golkar, peluangnya fifty-fifty mendukung Karsa dan Kaji. Namun demikian, Hariadi memprediksi jika Salam lebih mungkin berkoalisi dengan Karsa. Tapi dengan catatan mempertimbangkan relasi dengan Ali Maschan Moesa.
Hal itu disebabkan, Salam sangat dikecewakan Hasjim Muzadi. Sebelum mendukung Kaji, lanjut Hariadi, Hasjim mendukung Salam.
Selain itu, secara personal, Soenarjo lebih dekat dengan Soekarwo. Keduanya mempunyai latar belakang sejarah yang panjang. Sama-sama pernah duduk di pemerintahan dan partai Golkar.
Meski keduanya juga pernah terlibat perang dingin sewaktu menjabat sebagai wagub dan sekdaprop, namun dengan kekalahan Soenarjo saat ini, hal itu bisa dicairkan lagi. Perang dingin keduanya tidak berarti jika dibandingkan dengan perang dingin antara Salam dengan Kaji dalam hal ini Hasjim Muzadi. Dan itu, menurut Hariadi tidak terbantahkan.
“Salam pernah dikecewakan Hasjim karena ternyata lebih mendukung Kaji. Karena itu, peluangnya lebih besar jika Salam mengalihkan dukungannya ke KarSa,” tuturnya.
Sementara untuk suara Sutjipto-Ridwan (SR) yang diusung PDIP, Hariadi juga memprediksi fifty-fifty antara Karsa dan Kaji. Sebab, PDIP merupakan partai yang pragmatis.
Setelah calonnya kalah, menurutnya, PDIP akan menggunakan pilgub putaran kedua ini sebagai konsolidasi partai dan lebih beracuan pada peraihan material. Jika benar raihan material yang dipilih PDIP, maka kemungkinannya PDIP akan memberikan suaranya pada calon yang masih berlimpah materi.
Dalam pengamatannya, pasangan Kaji yang masih mempunyai banyak materi saat ini. Sementara Karsa sudah kerepotan memobilisasi dana. Kalaupun pada akhirnya mendukung Karsa, itu karena pertimbangan ideologis.
“PDIP itu cenderung lebih pragmatis. Jika mendukung Kaji berarti karena pragmatis. Kalaupun ke Karsa lebih karena pertimbangan ideologis,” pungkasnya.(tim)
JOMBANG- Kepala desa Balungemek, Kecamatan Megaluh, Jombang Weli Suswanto, diperiksa Polres Jombang. Sabtu (12/7). Dalam kasus dugaan manipulasi data tanah milik warganya yang bernama Supiyanti binti Supiyo.
Weli Suswanto, mendatangi pangilan Polres Jombang, seorang diri, ia tiba di Polres sekitar pukul 09.00 WIB, dengan memakai kaos oblong warna putih. Ia menjalani pemeriksaan sekitar 3 (tiga) jam diruang penyidikan unit IV Tipikor Polres Jombang.
Menurut juru bicara polres Jombang Sutrisno, ia mengatakan pangilan terhadap tersangka Weli Suswanto adalah hari Rabu (9/7), tapi ia baru hadir mendatangi pangilan hari Sabtu (12/7). “Ia datang ke Polres Jombang sekitar pukul 09.00 WIB, untuk keterangan lebih lanjut dikonfermasi langsung sama penyidik” kata Sutrisno. Diruang kerjanya kepada wartawan Mojokerto Pagi. Sabtu (12/7).
Menurut tim penyidik unit IV Tipikor Polres Jombang AIPTU Sarwiadji, ia membenarkan, bahwa Weli Suswanto, sudah diperiksa hari Sabtu (12/7). Ia menjalani pemeriksaan di ruang unit IV Tipikor sekitar 3 jam lebih. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB – 13.30 WIB. “Dalam pangilan terhadap Weli Suswanto, statusnya sebagai sebagai tersangka” pungkasnya.
Lalu mengapa Weli Suswanto tidak ditahan kalau ia sudah ditetapkan sebagai tersanka ? ”Penyidik masih perlu mendatangkan saksi ahli” Pungkas Sarwiadji
Jombang
Belum lama kota santri ini dihebohkan dengan Film Video Porno Pelajar, kini kembali dihebohkan kabar mesum siswa siswi SMA PGRI 1 Jombang, kali ini seorang siswi kelas III berinisial Sl. Dikabarkan hamil dan melahirkan bayi dikamar mandi.
Menurut salah seorang sumber berita yang keberatan disebutkan namanya, ia menjelaskan Sl telah melahirkan seorang bayi mungil berjenis kelamin perempuan, dari hasil hubungan mesum dengan teman sekelasnya yang bernama Wd, warga asal Perumahan Puloasri, anak pasangan Set (Pegawai puskesmas Jelak, Jombang) dan En (Pegawai puskesmas Tambak Beras Jombang). Bayi tersebut lahir pada sore hari. Rabu (9/7).
Sl melahirkan bayi pada sore hari, dikamar mandi rumahnya di Jagalan Jombang, ada dugaan Sl, melakukan percobaan pembunuhan terhadap bayi malang tersebut. pasalnya bayi itu ditemukan warga ditempat pembuangan sampah samping rumahnya, di Jagalan Jombang. Saat bayi ditemukan warga kondisi bayi dalam keadaan mulut disumpal dengan kertas dan banyak terdapat luka-luka bekas siletan pada bagian wajah, perut dan leher bayi.
Keberadaan bayi di tempat sampah tersebut, langsung dikerumuni warga dan membuat warga sekitar menjadi gempar. Warga meminta pertolongan dokter klinik umum dan bersalin ‘Roushon Fikr” di Jl. Singsingamangaraja II No 4, Jagalan, yang tidak jauh dari lokasi. Selanjutnya pihak ‘Roushon Fikr” dirujuk bayi tersebut ke RSUD Jombang.
Sedangkan Sl mengalami pendarahan,“Saat itu Sl juga mendapat pertolongan dokter dari klinik umum dan bersalin ‘Roushon Fikr’, akibatnya Sl dijahit 18 jahitan. Sedangkan bayinya dilarikan ke RSUD Jombang, untuk mendapatkan pertolongan medis” kata sumber tadi saat ditemui beberapa wartawan. “Bahkan saya yang mengendong bayi tersebut ke RSUD, ada dugaan bayi tersebut sengaja dibunuh . Hampir semua warga di sekitar mengetahui bayi yang dibuang ditempat sampah” Imbuhnya.
Sementara itu, keterangan pihak penjaga ruang Paviliun Anggrek RSUD Jombang, membenarkan bahwa ada pasien bayi yang dilahirkan ibu Sl, warga Jagalan. Bayi tersebut mulai dirawat diruang Paviliun Anggrek, hari Rabu (9/7) sekitar pukul 19.30 WIB, namun kondisi bayi sangat kritis karena terdapat patah tulang lengan, dan patah tulang dada. Akibat patah tulang bagian dada mempengaruhi sistem pernapasan. Dibagian tangan dan muka bayi terdapat luka-luka bekas siletan (Goresan silet tajam). “Untuk bernapas sang bayi harus dibantu dengan pompa oksigen, dan sampai saat ini bayi tidak bisa menangis. Untuk memastikan tindakan medis sang bayi akan dioperasi atau tidak, yang tahu adalah dokter ahli.” Kata salah satu penjaga saat dimintai penjelasan. “Bayi tersebut sebelum dirawat di RSUD, bayi mendapatkan rujukan dari klinik umum dan bersalin ‘Roushon Fikr” Jl. Singsingamangaraja II, Jagalan” Tambahnya.
Dari hasil pemantauan di rumah sakit, sang bayi nampak tidak ada pihak keluarga yang menunggu. Hanya Er (kakak perempuan Wd), sedang menjaga bayi malang tersebut. seolah kehadiran bayi malang tersebut tidak dinginkan oleh orang tuanya. .
Sementara itu Wd, ketika akan ditemui dirumahnya Perum Puloasri Jombang tidak ada ditempat. Informasi yang didapat dari tetangganya,dikabarkan Wd jarang dirumah. Bahkan asumsi para tetangga sengaja disuruh menghilang oleh St – En (Orangtua Wd) untuk menghindari tangung jawab.”biasanya kalau menghilang ke Malang, Jawa timur”, kata salah satu tetangga dekatnya.
KOMERSIALISASI PENDIDIKAN TINGGI
Oleh: M.Zainul Arifin
Perguruan tinggi merupakan suatu wadah yang digunakan untuk Research&Development (R&D) serta arena penyemaian manusia baru untuk menghasilkan generasi yang memiliki kepribadian serta kompetensi keilmuan sesuai bidangnya. Secara umum dunia pendidikan memang belum pernah benar-benar menjadi wacana publik di Indonesia, dalam arti dibicarakan secara luas oleh berbagai kalangan, baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan urusan pendidikan. Namun demikian, bukan berarti bahwa permasalahan ini tidak pernah menjadi perhatian.Munculnya berbagai cara yang mengarah pada pelanggaran etika akademik yang dilakukan perguruan tinggi kita untuk memenangkan persaingan, menunjukkan bahwa pendidikan kini cenderung dipakai sebagai ajang bisnis.
Pola promosi yang memberikan kemudahan dan iming-iming hadiah merupakan suatu gambaran bahwa perguruan tinggi tersebut tidak ada inovasi dalam hal kualitas pendidikan. Kecenderungan tersebut akan menghancurkan dunia pendidikan, karena akhirnya masyarakat bukan kuliah untuk meningkatkan kualitas diri, melainkan hanya mengejar hadiah & gelar untuk prestise. Kondisi pendidikan tinggi saat ini cukup memprihatinkan. Ada PTS yang mengabaikan proses pendidikan. Bahkan ada PTS yang hanya menjadi mesin pencetak uang, bukan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal Ini yang membuat persaingan menjadi semakin tidak sehat. Produk lulusan perguruan tinggi yang proses pendidikannya asal-asalan dan bahkan akal-akalan, juga cenderung menghalalkan segala cara untuk merekrut calon mahasiswa sebanyak-banyaknya, dengan promosi yang terkadang menjebak dengan iming-iming hadiah yang menggiurkan. Apakah ini gambaran pendidikan berkualitas ?. Semoga masyarakat dan orang tua yang akan menyekolahkan putra putrinya tidak terjebak pada kondisi tersebut dan lebih bijak dalam memilih perguruan tinggi, sehingga putra-putrinya tidak terkesan asal kuliah. Ditengah besarnya angka pengangguran di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 45 juta orang, langkah yang harus ditempuh adalah mencari pendidikan yang baik dan bermutu yang dibutuhkan pasar.
Bukan hanya murah saja dan asal. Tidak dipungkiri lagi bahwa selama ini, dunia industri kesulitan mencari tenaga kerja dengan keahlian tertentu untuk mengisi kebutuhan pekerjaan. Bila membuka lowongan, yang melamar biasanya banyak, namun hanya beberapa yang lulus seleksi. Pasalnya jarang ada calon pegawai lulusan perguruan tinggi atau sekolah, yang memiliki keahlian yang dibutuhkan, karena kebanyakan berkemampuan rata-rata untuk semua bidang. Jarang ada yang menguasai bidang-bidang yang spesifik. Hal ini tentunya menyulitkan pihak pencari kerja, karena harus mendidik calon karyawan dulu sebelum mulai bekerja.Lebih parah lagi, bahkan ada PTS di Jakarta yang memainkan range nilai untuk meluluskan mahasiswanya, karena mereka takut, ketika selesai ujian akhir (UTS/UAS) banyak mahasiswanya yang tidak lulus alias IP/IPK nasakom. Sehingga mereka lulus dengan angka pas-pasan yang sebenarnya mahasiswa tersebut tidak lulus. Ini adalah cermin dari proses Pembodohan bangsa bukan mencerdaskan bangsa. Dalam hal ini semua pihak harus melakukan introspeksi untuk bisa memberi pelayanan pendidikan yang baik & berkualitas. Kopertis, harus bersikap tegas menindak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang melanggar dan mensosialisasikan aturan yang tak boleh dilanggar oleh PTS. Pengelola perguruan tinggi juga harus menghentikan semua langkah yang melanggar aturan. Selain itu pula, apa yang menjadi barometer yang menunjukkan eksistensi sebuah perguruan tinggi? Untuk saat ini opini publik dan beberapa kalangan masyarakat bahwa eksistensi sebuah Perguruan Tinggi dilihat dari kuantitas mahasiswanya bukan kualitasnnya. jelas sudah terlihat bahwa pendidikan di Indonesia hanya menjadi komoditi bisnis semata.
Itu hanya salah satu dari persoalan yang terjadi dalam dunia pendidikan, belum lagi persoalan maraknya korupsi dalam dunia pendidikan, subsidi pendidikan yang dianggarkan 20% dari APBN/APBD, sampai detik ini belum terealisasi. Pemerintah membuat lagi berbagai program bantuan pendidikan, ini untuk mengelabui agar masyarakat untuk tidak lagi mengontrol anggaran pendidikan. Dampak dari persoalan yang ada dalam dunia pendidikan tentunya masyarakat akan semakin ketinggalan dalam persaingan global, karena minimnya untuk mengakses dunia pendidikan. Pembodohon akan merajalela. Seyogyanya, pemerintah mampu mensukseskan pendidikan, yang bermutu dan berkualitas. Gratis dan ilmiah serta Pendidikan yang mengabdi pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pemodal.
JOMBANG AWAS!!
Kendati kampanye kandidat calon gubernur jatim Kofifah-Mudjiono (Ka-Ji), nyaris di bubarkan KPU dan Panwas Jombang, dengan alasan belum mendapat ijin dari Polres Jombang. Namun, agenda hari ke lima kampanye pasangan tersebut tetap berjalan dengan ribuan massa yang menghadiri kampanye tersebut.
Sebelumnya, Pihak KPUD dan Panwas Kabupaten Jombang, ngotot jika Tim kampanye pasangan Kaji melakukan pelanggaran kampanye di kabupaten Jombang. Pasalnya, Tim kampanye Ka-Ji diduga melakukan pelanggaran dengan menggelar kampanye tanpa ijin dari Polres setempat. Akibatnya, keberangkatan rombongan tim kampanye Kaji, tertunda beberapa jam di Ponpes Bahrul Ulum Al-Latifiyah I, Tambak Beras, Jombang.
“Kita masih melakukan klarifikasi kepada pihak KPUD Kabupaten Jombang dan Panwas, sebab, kami mendengar, ada kabar kalau kampanye Bu Khofifah ini tidak mengantongi ijin,” kata Silahuddin Asyari, Ketua tim pemenangan Ka-JI Jombang, saat konferensi pers, kemarin.
Dikatakan dia, bahwa ancaman KPUD melarang Tim Ka-Ji berkampanye di Kabupaten Jombang, sebenarnya diskriminasi. Pasalnya, dirinya mangaku kalau ijin kepada pihak Polda Jatim sudah dilakukan tiga hari sebelum acara dilangsungkan.
“Kita akan tetap melakukan kampanye ini, karena semua sayarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh KPUD dan panwas sudah kami lalui, bahkan, kita sudah mengatakan akan melakukan berbagai rangkaian kegiatan kampanye Ka-Ji di Jombang,” terangya.
Kendati demikian, acara yang sempat tertunda hampir dua jam tersebut, tetap berjalan dengan lancar, Dengan dikawal ribuan santri dan sejumlah kiyai pendukungnya. Kofifah tampak asik menyapa ribuan pengguna jalan dengan berdiri di atas mobil dengan kap terbuka.
Perjalanan, memakan waktu tiga menit melintas di Jl Wahab Chasbulloh menuju Alon-alon Jombang ini, mengundang gemuruh warga kota santri yang ingin menyaksikan secara langsung dari dekat kandidat Calon Gubernur Jatim dari kaum perempuan ini. “Bu Khofifah..Bu Khofifah..,” teriak para warga yang berjejer di pinggir jalan, sembari mengacungkan jari telunjuk menandakan angka Satu nomor urut pasangan Ka-Ji ini.
Riuh ribuan konstituen Ka-Ji yang tumpah ruah di alun-alun Jombang Kota ini pun bergulir, saat Ka-Ji memasuki areal Alun-alun Kota Jombang ini. Diatas panggung, Khofifah dan Dewi seakan tanpa lelah menyambut ribuan konstituen Kaji ini yang sempat menunggu kehadiran Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan ini, yang sempat molor selama dua jam dari jadwal yang sudah ditetapkan itu.
Dalam kesempatan tersebut, artis ibu kota Dewi Yull, yang ikut mengaampanyekan Khofifah Indar Parawansa ini, mengatakan bahwa pilihan harus tetap satu dengan disertai keyakinan pada 23 Juli mendatang agar masyarakat Jawa Timur memilih Kaji. "Ratu Jawa Timur tetap ibu Khofifah, biarpun sempat ada pencekalan, satu tekad tetap maju dan coblos nomor satu Ka-Ji Manteb," seru Dewi.
Dewi Yull yang juga menyanyikan lagu Munajat Cinta dari The Rock untuk mengawali lagunya menyapa masyarakat Jombang, meski syairnya sedikit diubah.
"Tuhan kirimkanlah kami, pemimpin yang baik hati, yang mencintai kami, ibu Khofifah," lantun Dewi Yull bersama-sama dengan Khofifah menyanyikan lagu tersebut.
Senada dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC PPP Jombang, KH Sillahuddin Ashari, mengatakan bahwa, kedatangan Khofifah di Jombang yang sempat memunculkan berbagai ancaman, akhirnya bisa tercapai.
“Alhamdulillah, Bu Khofifah bisa hadir di hadapan saudara-saudara sekalian, meski sempat di 'Dholimi',” teriak Gus Adi, panggilan akrabnya, di hadapan ribuan pendukung Ka-Ji, kemarin, dengan diiringi sahutan gemuruh ribuan ibu-ibu yang hadir dari pelosok-pelosok kecamatan di Jombang itu.
Sementara Khofifah saat memberikan sambutan, mengiginkan semua warga Jombang berjuang bersama-sama untuk memenangkan Ka-Ji pada tanggal 23 juli mendatang. Dikatakan dia, masalah pengangguran di Jombang khususnya di Jatim selakaynya pula harus di sudahi.
"Kalau masih ada penagguran, dan kemiskinan, kita harus berjuang bersama-sama, melakukan sebuah gerakan perubahan, agar masyarakat bisa tentram dan sejahtera bersama," kata Khofifah di atas panggung, sembari di sambut ribuan warga Jombang. "Kalau belum Ka-Ji, (plesetan Haji) tetap belum Manteb," gemuruh ribuan warga tersebut.
Jombang terkenal dengan pertanian, karena sebagian besar masyarakat Jatim hidup dari sektor agraria ini. Begitu juga dengan pengangguran, perlu segera dientas dengan cara menciptakan lapangan pekerjaan, seluas-luasnya.
“Semuanya harus mempunyai kesempatan berkarya tanpa terkecuali. Bahkan saya berpikir, jika nanti saya terpilih, harus ada kesempatan bagi mereka yang muda baik dari mahasiswa agar menjadi Jubir gubernur, sehingga ada jembatan antara rakyat dan pimpinan,” katanya.(zen/ami)
Top 5 Popular of The Week
-
TobaTimes - Sungguh gila dan memprihatinkan. Pergaulan siswa SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, semakin liar. Mereka tak segan-segan berbua...
-
Biographyany - Kurt Donald Cobain (February 20, 1967 - ± 5 April 1994) is a singer, songwriter and guitarist in the Seattle grunge band, Ni...
-
Nama Pemain Anak Langit SCTV sudah update dan sebagian besar para pemainnya adalah ex pemain sinetron Anak Jalanan yang pernah tayang di RCT...
-
TobaTimes - Seorang gadis remaja yanga bahenol berusia 15 tahun, dicabuli DD (30), seorang mandor sebuah perusahaan perkebunan di Desa Mend...
-
10 Pesawat Tercepat Di Dunia Saat Ini Mahessa83 | Pada masa lalu, banyak manusia bermimpi untuk bisa dapat terbang. Setelah kita menemuka...
-
JOMBANG - Kinerja seorang Kepala Dusun (Kadus) Dusun Brongkol, Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, dikeluhkan oleh para warga setempat. Pas...
-
Film ini bercerita tentang kisah cinta yang belum terselesaikan antara Samar & Meera. Samar yang meninggalkan London, kembali ke Kashmir...
-
Pemerintah Joko Widodo pada periode 2014-2019 melalui Menteri Kelautan dan Perikanan mengembangkan program pemberdayaan kelautan dan perikan...
-
Biographyany - Stephen Chow (Simple: 周星驰; Traditional: 周星驰; Pinyin: Zhou Xingchi; Cantonese: 广东话 / 广东话 Chow Sing Chi) (born June 22, 1962) ...
-
Alya Dior dikenal karena belasan fotonya yang berani tampil seksi di Majalah SISILA edisi Tebaru. Kendati sudah terbit dan beredar sejak awa...