Pemerintah Kucurkan KPR Subsidi Rp 28,9 Triliun

KBRN, Pekanbaru : Badan Layanan Umum Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyalurkan subsidi perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPPp) senilai Rp 28,9 triliun untuk membiayai sebanyak 500.000 unit rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PPDPP Kementerian PUPR, Budi Hartono saat menyampaikan laporan saat pembukaan Pameran Rumah Rakyat 2017, Kamis (13/7/2017) di Pekanbaru.

Dia menjelaskan subsidi yang disalurkan untuk kepemilikan rumah tapak dan rumah susun (Rusun) selama kurun delapan tahun (2010-2017).

"Provinsi Riau berada di peringkat ke enam dalam penyerapan dana subsidi perumahan dengan total 22.166 unit rumah kredit pemilikan rumah dengan nilai Rp 1,3 triliun. Sedangkan Urutan pertama penyerapan terbesar dana subsidi adalah Jawa Barat, disusul Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah," jelasnya.

Dikatakan, mengingat rumah merupakan kebutuhan dasar, hak azazi manusia, tempat pembentukan watak dan indikator kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Namun secara nasional masih terapat kekurangan 11,4 juta rumah MBR, sementara di Riau masih kekurangan 462.622 unit.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengatakan bahwa pemerintah melalui direktur jenderal pembiayaan perumahan, sudah banyak melakukan upaya untuk mencapai 1 juta rumah setiap tahun sebagaimana dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Kami akan terus mendorong perbankan dan pengembang untuk membantu pemerintah dalam menyediadakan rumah bagi masyarakat," jelasnya.

Disisi lain, Gubernur Riau, Arsyadjuliandi (Andi) sebelum melakukan pemukulan kompang tanda dibukanya Pesta Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP) 2017 yang diselenggarakan oleh PPDPP Kementerian PUPR di Gelanggang Olah Raga (GOR) Remaja Pekanbaru mengapresiasi pameran itu.

"Saya mengapresiasi Pameran bersubsidi ini Mudah-mudahan berjalan lancar," katanya.

Andi berharap pameran ini bisa membuka peluang pemenuhan perumahan bagi MBR dan difasilitasi perbankan, Real Estate Indonesia, dan pengembang.

Ia juga meminta kekurangan perumahan di Riau sebesar 462.622 unit bisa dipenuhi oleh pengembang dengan saling bekerjasama.

Diakuinya rendahnya serapan perumahan MBR di Riau ini erat kaitannya dengan belum disahkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Kalau ada keterlambatan menyangkut perijinan kini masih di Dewan. Semoga 22 Juli 2017 selesai pembahasannya. Mudah-mudahan Agustus kita bisa sahkan. Kita tidak bisa salahkan DPRD karena pembahasannya konverhensif  dan perlu dijaga," tuturnya.

Satu lagi pesan Andi agar kedepan perencanaan pembangunan perumahan di Pekanbaru juga tidak menghilangkan ciri khas Melayu. (TS/AA)

taken from http://rri.co.id/post/berita/412104/ekonomi/pemerintah_kucurkan_kpr_subsidi_rp_289_triliun.html


No comments:

Write a Comment


Top